nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 4 Desember: Edisi Pertama LA Times hingga Malaysia Airlines 653 Dibajak

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 337 2137660 peristiwa-4-desember-edisi-pertama-la-times-hingga-malaysia-airlines-653-dibajak-YSMAkjRihW.jpg Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-200 Wallner. (Foto: Wikipedia.org)

JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 4 Desember. Momen tersebut berlangsung di dalam negeri hingga belahan dunia.

Berikut ini Okezone paparkan beberapa peristiwa penting pada 4 Desember, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Rabu (4/12/2019):

1881 – Edisi Pertama Surat Kabar Los Angeles Times

Los Angeles Times merupakan surat kabar harian yang terbit di Kota Los Angeles, California, dan beredar di seluruh wilayah Amerika Serikat Barat. Edisi pertama Los Angeles Times beredar pada 4 Desember 1881.

Los Angeles Times dalam hal oplah menduduki peringkat kedua daftar surat kabar kota metropolitan dan peringkat keempat yang beredar paling luas di Amerika Serikat.

Oplah harian Los Angeles Times dilaporkan mencapai 739 ribu eksemplar. Oplah harian ini mengalami penurunan dari masa puncaknya sebesar 1,1 juta eksemplar. Selain versi cetak, Los Angeles Times memiliki situs berita latimes.com.

1975 – Suriname Bergabung dengan PBB

Republik Suriname merupakan negara bekas jajahan Belanda. Negara Suriname berbatasan dengan Guyana Prancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudera Atlantik.

Di Suriname tinggal sekira 75 ribu orang Jawa. Mereka dibawa ke sana dari Hindia Belanda pada 1890 sampai 1939. Suriname merupakan salah satu anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Pada 4 Desember 1975, Republik Suriname resmi bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

1977 – Malaysia Airlines Penerbangan 653 Dibajak dan Jatuh

Malaysia Airlines Penerbangan 653 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-2H6 jatuh di Tanjung Kupang, Johor, Malaysia, saat hendak mendarat di Bandara Changi, Singapura, pada 4 Desember 1977. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 93 orang dan 7 awak.

Ini merupakan kecelakaan pesawat ketiga terbesar dalam sejarah maskapai penerbangan Malaysia Airlines setelah Malaysia Airlines Penerbangan 17 yang menewaskan 283 penumpang serta 15 awak kabin dan Malaysia Airlines Penerbangan 370 yang menewaskan 223 penumpang serta 17 awak kabin.

Pesawat tersebut dalam perjalanan dari Penang menuju Singapura melalui Kuala Lumpur dan telah bersiap mendarat. Saat dalam penerbangan, pesawat mengalami pembajakan hingga akhirnya jatuh di Tanjung kupang, Johor, Malaysia.

Di antara korban jiwa, selain warga Malaysia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan Afganistan, Australia, Kuba, Kanada, Jerman Barat, Yunani, India, Indonesia, Jepang, Singapura, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Thailand.

Termasuk Menteri Pertanian Malaysia, Dato' Ali Haji Ahmad; Kepala Departemen Pekerjaan Umum Malaysia, Dato' Mahfuz Khalid; dan Duta Besar Kuba untuk Jepang, Mario Garcia.

2011 – Legenda Sepakbola Brasil Socrates Meninggal

Legenda sepakbola Brasil, Sócrates Brasileiro Sampaio de Souza Vieira de Oliveira atau dikenal Sócrates, meninggal di Kota Sao Paulo, Brasil, pada 4 Desember 2011. Ia wafat pada usia 57 tahun.

Keahlian Socrates dalam mengolah si kulit bundar yakni umpan terobosan yang akurat serta memiliki pandangan luas di lapangan.

Dia juga pemain yang memiliki kemampuan baik dari kedua kakinya, pencetak gol yang produktif, dan digambarkan sebagai seorang pemain yang kasar pada masa Perang Dingin.

Kemampuannya dalam membaca permainan sangat diakui dan gerakan yang terkenalnya ialah "blind heel pass" atau umpan tumit tanpa melihat.

Sócrates bermain dan menjadi kapten untuk Timnas Brasil pada Piala Dunia 1982. Namun, Edinho menggantikan perannya sebagai kapten pada Piala Dunia 1986, sementara Socrates bermain sebagai pemain tengah seperti biasa.

Dia memulai karier profesional pada 1974 untuk klub Botafogo di Ribeirão Preto, tetapi menghabiskan kariernya (1978 hingga 1984) dengan klub Corinthians di São Paulo yang membuatnya terkenal karena memanfaatkan sepakbola untuk melawan diktator militer yang saat itu berkuasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini