nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bamsoet Mundur Caketum Golkar, Jokowi: Jangan Dikasih Sepeda Kan Punya Tesla

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 02:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 337 2137651 bamsoet-mundur-caketum-golkar-jokowi-jangan-dikasih-sepeda-kan-punya-tesla-rJKWQiZ0rF.jpg Airlangga Hartarto bersama Presiden Jokowi di Munas X Partai Golkar. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo ketika berpidato dalam Musyawarah Nasional X Partai Golkar mengapresiasi keputusan Bambang Soesatyo yang mundur dari bursa calon ketua umum guna menjaga kesolidan.

Bahkan, Jokowi mengajak para peserta memberikan tepuk tangan secara khusus untuk Bamsoet lantaran musyawarah nasional Golkar menjadi sejuk.

Baca juga: Usai Bertemu Luhut dan Airlangga, Bamsoet Mundur sebagai Caketum Golkar 

Hal itu ternyata direspons balik peserta munas dengan melontarkan candaan agar Bamsoet diberi hadiah sepeda.

"Kasih sepeda," kata peserta Munas X Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa 3 Desember 2019.

Airlangga Hartarto, Aburizal Bakrie, dan Bambang Soesatyo. (Foto: Dok iNews)

Mendapat permintaan dari peserta Munas X Golkar, Jokowi langsung menjawab, "Jangan diberikan sepeda, Beliau kan punya Tesla nomor 1, pertama di Indonesia, buat apa sepeda."

Baca juga: Bamsoet Mundur sebagai Caketum Golkar, Airlangga: Alhamdulillah 

Jokowi mengatakan kesolidan Golkar menjadi penting sebab bila memanas maka berdampak pada panasnya perpolitikan Tanah Air.

"Sebenarnya tidak apa-apa, kalau ada jalan kerukunan ditempuh yang panas-panas," ungkap Jokowi.

Ia kemudian meminta Golkar tidak lagi melahirkan partai baru. Menurut Jokowi, Golkar merupakan salah satu aset berharga milik negara.

Baca juga: Bamsoet Mundur, Airlangga Kemungkinan Terpilih secara Aklamasi 

"Sekali lagi kalau Golkar goyang, politik nasional juga ikut goyang. Golkar panas, politik ikut panas. Dingin, ikut dingin," imbuhnya.

Munas X Partai Golkar di Jakarta. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Jokowi menuturkan, stabilitas politik nasional menjadi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Ia pun mencontohkan Hong Kong yang selama lima bulan memanas dan setiap harinya berlangsung demonstrasi.

Baca juga: Golkar Polisikan Kasus Tudingan "Intervensi Istana" di Munas 

"Kita tidak mau (seperti itu). Sekarang posisi ekonomi kita di atas negara lain, di posisi 5 persen, negara lain minus, ada yang menuju resesi. Sekarang negara G-20, kita berada di urutan kedua. Kalau stabilitas politik goyang saja, bahaya, karena menayangkut trust negara kita," tutur Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini