nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Disabilitas Internasional, Pertuni: Pelayanan Tidak Harus Dikhususkan

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 00:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 337 2137639 hari-disabilitas-internasional-pertuni-pelayanan-tidak-harus-dikhususkan-fLNe0zgrdO.jpg Ilustrasi penyandang disabilitas. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap penyandang disabilitas.

Kemudian Hari Disabilitas Internasional juga dimaksudkan untuk memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Selain itu, guna meningkatkan kesadaran terhadap situasi para disabilitas di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Baca juga: Lahirkan Anak Disabilitas, Mama Muda di Surabaya Diceraikan Suami 

Dalam peringatan ini, Wakil Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DKI Jakarta Ajat Sudrajat memberikan tanggapan bahwa masih ada diskriminasi yang dialami para penyandang disabilitas dalam hal pelayanan publik.

"Ya untuk masalah pelayanan Sim D misalnya, masih ada (diskriminasi, red). Terkadang teman-teman merasa dikesampingkan. Tapi saya berharap kalau pelayanan disamakan saja, tidak harus dikhususkan," ucap Ajat, Selasa 3 Desember 2019.

Baca juga: Penyandang Tunanetra Terperosok, PT KCI Didesak Evaluasi SOP Layanan 

Ia menegaskan bahwa tindakan diskrminasi biasanya dirasakan saat para penyandang disabilitas sedang bepergian sendiri. Kalau mereka hadir secara kelompok, ungkap dia, jarang yang mengesampingkan.

"Pelayan publik itu dipermudah kalau kita hadir per kelompok biasanya. Di kendaraan umum pun kalau kita berkelompok pasti dapat prioritas. Cuma kan teman-teman suka pergi perorangan. Itu yang membuat kita tidak nyaman karena terkesan dikesampingkan," bebernya.

Namun, Ajat bersyukur saat ini fasilitas transportasi umum, seperti Bus Transjakarta dan kereta rel listrik (KRL), sudah ramah untuk penyandang disabilitas. Apalagi, tambah dia, kesadaran masyarakat sudah mulai terlihat dengan memberikan kursi prioritas bagi mereka yang lebih membutuhkan.

Ia mengatakan, harapan pemerintah, para penyandang disabilitas dapat diberi fasilitas yang ramah serta nyaman, bukan pelayanan yang dikhususkan.

Baca juga: Penyandang Tunanetra Minta Kemenhub Beri Sanksi PT KCI 

"Ke depannya berharap untuk tangga di halte Transjakarta misalnya dibuat lebih landai. Selain mempermudahkan untuk teman-teman disabilitas, kan juga mempermudah lansia juga," ucapnya.

Ajat menambahkan, para penyandang disabilitas juga mengharapkan akses transportasi yang terintegrasi.

Baca juga: Lima Aktivis yang Perjuangkan Hak-Hak Disabilitas, Siapa Saja? 

"Harapan utamanya akses transportasi yang terintegrasi, antarstasiun kereta dekat dengan halte Tranjakarta ataupun dekat dengan terminal bus. Itu yang kita minta supaya lebih mudah pelayanannya. Untuk DKI Jakarta sendiri alhamdulillah pelayanan transportasi sudah memenuhi apa yang teman-teman (disabilitas) butuhkan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini