nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kecewa MA Potong Hukuman Idrus Marham Jadi 2 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 00:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 03 337 2137636 kpk-kecewa-ma-potong-hukuman-idrus-marham-jadi-2-tahun-penjara-UNVUw27JiJ.jpg Idrus Marham. (Foto: Dok Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kecewa dengan keputusan hakim Mahkamah Agung (MA) yang memotong hukuman pidana penjara terdakwa kasus korupsi kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham. Hukuman penjara Idrus dipersingkat oleh MA menjadi dua tahun.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menagatakan bahwa vonis MA sangat jauh berbeda dari dua putusan sebelumnya yakni di tingkat pertama Pengadilan Tipikor dan tingkat banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sehingga, pihaknya sangat kecewa ketika MA mengurangi hukuman Idrus Marham.

Baca juga: MA Potong Hukuman Penjara Idrus Marham Jadi 2 Tahun 

"Kalau dilihat, dibandingkan putusan dua tahun dengan putusan di tingkat banding, apalagi dengan tuntutan KPK, tentu wajar bila kami sampaikan KPK cukup kecewa dengan turun secara signifikannya putusan di tingkat kasasi ini," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 3 Desember 2019.

Meski kecewa, ia mengungkapkan KPK bakal tetap menghormati keputusan yang dibuat MA terkait pengurangan hukuman untuk mantan menteri sosial tersebut.

"Bagaimanapun juga secara kelembagaan kami harus menghormati Mahkamah Agung, terutama majelis hakim, yang mengambil putusan itu," ujarnya.

Baca juga: KPK: Vonis Bebas Sofyan Basir Bukanlah Putusan Bebas Murni 

Ke depan, lanjut dia, KPK berharap ada kesamaan visi-misi antarlembaga untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku korupsi. Sehingga, ada kesepakatan bersama penegak hukum dan peradilan dalam menghukum koruptor.

"Kalau seorang pelaku korupsi sudah terbukti bersalah tentu harapannya bisa dijatuhkan hukuman semaksimal mungkin sesuai dengan perbuatannya. Ini yang harapannya bisa menjadi kontemplasi ke depan agar kerja yang dilakukan penyidik, penuntut umum, hakim di tingkat pertama, di tingkat kedua, sampai di tingkat kasasi itu berada dalam visi yang sama soal pemberantasan korupsi," bebernya.

Sebelumnya, Majelis Hakim MA mengurangi hukuman penjara terhadap mantan terdakwa Idrus Marham dalam kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1. Idrus mendapat potongan masa tahanan.

Baca juga: KPK Serahkan Memori Kasasi Terkait Vonis Bebas Sofyan Basir ke MA 

Padahal di tingkat banding, Idrus divonis dengan pidana pokok lima tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, Hakim Agung memotong hukuman penjara mantan sekjen Golkar tersebut menjadi dua tahun.

Adapun majelis hakim agung yang memutus perkara ini diketuai oleh Hakim Agung Suhadi dan anggotanya Hakim Krisna Harahap serta Profesor Abdul Latief.

Baca juga: Hakim Bebaskan Sofyan Basir, Begini Respons KY 

MA menyebut Idrus Marham bukan penentu proyek PLTU Riau-1. Selain itu, tidak menikmati hasil suap yang didapat Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes B Kotjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini