nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Cegah Tersangka Baru Korupsi Proyek RTH Bandung ke Luar Negeri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 12:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 03 337 2137340 kpk-cegah-tersangka-baru-korupsi-proyek-rth-bandung-ke-luar-negeri-lxrUwYU4lj.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah seorang wiraswasta asal Jawa Barat, Dadang Suganda untuk bepergian ke luar negeri. Dadang Suganda merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung.

KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri atas nama Dadang Suganda tersebut ke pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham. Dadang dicegah ke luar negeri selama 6 bulan kedepan terhitung sejak 26 November 2019.

"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi tentang larangan bepergian ke luar negeri terhadap seseorang bernama Dadang Suganda, wiraswasta selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 26 November 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (3/12/2019).

Ilustrasi

Dadang merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung. Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Dadang belum pernah diperiksa KPK. KPK juga belum melakukan penahan terhadap Dadang hingga saat ini.

Baca Juga : Prabowo Komentari soal Ledakan di Monas

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini