nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Tetap Bela Stafsusnya soal Cuitan "Kubu Sebelah"

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 20:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 02 337 2137067 jokowi-tetap-bela-stafsusnya-soal-cuitan-kubu-sebelah-ZJKWDBpG8j.jpg Presiden Jokowi dan Staf Khusus Presiden (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membela Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar yang menuai polemik karena cuitannya tentang 'kubu sebelah megap-megap' lewat akun twitter @kitongbisa.

Ia pun memaklumi kesalahan salah satu stafsus milenialnya itu. Pasalnya, Jokowi menilai Billy tergolong masih muda sehingga memiliki semangat berlebihan ketika menyampaikan sebuah pendapat.

"Jadi, kalau berbicara kadang terlalu semangat biasa lah. Salah dikit-dikit enggak apa-apa lah, anak muda. Kan sudah minta maaf," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Jokowi menilai kesalahan anak muda di bawah umur 30 tahunan merupakan hal yang wajar. "Anak-anak muda ini kan, anak muda umur 30-an. Salah-salah dikit ya dimaafkan. Buat saya enggak ada masalah," ujar Jokowi.

Kepala Negara menerangkan bahwa para staf khusus dari kalangan milenial juga masih belum lama menjabat. Saat ini, lanjut dia, stafsus milenial masih menyusun berbagai program yang akan menjadi bahan masukan Presiden.

Stafsus

Baca Juga : Jokowi Umumkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Milenial

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan, penunjukkan stafsus milenial itu untuk para memberikan kesempatan anak muda untuk menjadi seorang pemimpin. Selain itu, lanjut dia, anak muda kerap mempunyai ide-ide segar agar pemerintah bisa berinovasi.

"Sehingga mereka nanti akan terinspirasi dan muncul ide-ide, gagasan, inovasi yang baik. Baru sehari, dua hari sudah dikomentari yang enggak-enggak," ujarnya.

Jokowi mengatakan para staf khusus dari kalangan milenial itu diharapkan bisa memberikan masukan yang baru dan berkontribusi memunculkan inovasi yang bakal diterapkan dalam kebijakan lima tahun ke depan.

"Misalnya contoh, kartu prakerja, sudah saya sampaikan kepada mereka. Coba, kartu prakerja nanti dikonsep, dilaksanakan seperti apa, agar gampang dikontrol," ujarnya.

Sebelumnya, Stafsus Presiden Billy Mambrasar memicu perdebatan publik lewat akun Twitter @kitongbisa. Billy mengunggah foto dengan caption provokatif seusai berdiskusi dengan kaum muda untuk membahas dunia bisnis.

"Setelah membahas tentang Pancasila (yang bikin kubu sebelah megap-megap). Lalu mendesain kartu Pra-kerja di Jakarta. Lalu saya ke Pulau Damai penuh keberagaman: Bali! Untuk mengisi materi co-working space, mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda. Untuk pengurangan pengangguran dan angka kemiskinan," cuit Billy.

Alhasil, cuitan Stafsus milenial itu menuai hujan kritik dalam kolom komentar. Ia pun menghapus cuitan tersebut dan membuat pernyataan klarifikasi beberapa saat setelahnya.

"Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah satu cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: 'kubu'," tulisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini