nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jamaah First Travel Dipersilakan Ajukan Banding Jika Tak Terima Putusan Hakim

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 19:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 337 2137058 jamaah-first-travel-dipersilakan-ajukan-banding-jika-tak-terima-putusan-hakim-1R5DbxYHmd.jpg Jamaah First Travel saat Hadiri Sidang di PN Depok (foto: Okezone/Wahyu Muntinanto)

DEPOK - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat menolak gugatan perdata First Travel yang meminta agar aset milik bos First Travel Andika Surachman tidak disita negara dan aset tersebut segera dikembalikan kepada calon jamaah yang gagal berangkat ke tanah suci Makkah.

Humas PN Depok, Nanang Herjunanto, mengatakan pihak penggugat yang tidak terima dan kecewa dengan putusan tersebut, bisa melakukan upaya hukum kembali dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, Jawa Barat.

Baca Juga: Putusan MA Terkait Kasus First Travel Dianggap Janggal 

"Bagi para pihak yang tidak menerima putusan itu, dapat mengajukan upaya hukum banding dalam waktu 14 hari," kata Nanang Herjunanto, di PN Depok, Senin (2/12/2019).

Demo Saat Sidang Bos First Travel, Calon Jamaah Umrah: Kembalikan Uang Kami!!! 

Setelah ditunda dan bermusyawarah Majelis pada pekan kemarin, majelis hakim PN Depok akhirnya membacakan putusan dan hasilnya menolak gugatan perdata First Travel. Namun dalam putusanya ada perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) diantara majelis hakim.

Sidang gugatan perdata First Travel ini digelar di ruang utama Cakra dengan Ketua Majelis Hakim Ramon Wahyudi didampingi Hakim Anggota Yulinda Trimurti Asih Muryati dan Nugraha Medica Prakasa.

"Mengadili dalam eksepsi menolak turut tergugat seluruhnya. Penggugat dikenakan biaya perkara yang sampai saat ini Rp815 ribu," kata hakim ketua Ramon Wahyudi dalam persidangan di PN Depok, Jawa Barat, Senin (2/12/2019).

Hakim menilai gugatan yang dilayangkan Anny Suhartaty, Ira Faizah, Devi Kusrini, Zuherial, dan Ario Tedjo Dewanggono cacat formil karena penggugat tidak bisa menguraikan apakah gugatan itu dilayangkan oleh jemaah atau oleh agen travel.

Baca Juga: Soal Aset First Travel, PN Depok: Putusan Hakim Tidak Bisa Pengaruhi! 

"Menimbang bahwa uraian pertimbangan di atas dan fakta hukum, maka majelis hakim melihat ada penggugat yang tidak memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, penggugat 1, 2, 3, 4, dan 5 tidak memiliki kedudukan sah dalam hukum untuk mewakili jemaah 3.275 sehingga majelis hakim menilai gugatan ini cacat formil," ucap hakim anggota Nugraha Medica Prakasa.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai gugatan kerugian yang totalnya mencapai Rp49 miliar itu tidak jelas dan tidak merinci kerugian-kerugian yang dialami para calon jamaah. Hal itulah yang menjadi salah satu pertimbangan hakim sehingga gugatan penggugat dianggap kabur.

"Bahwa dengan pertimbangan di atas dalil posita penggugat hanya jelaskan bahwa penggugat memiliki jamaah 3.200, dan setiap jamaah telah berikan uang kepada penggugat. Namun tergugat tidak memiliki itikad baik sehingga penggugat mengajukan ganti rugi, namun majelis hakim tidak temukan rinci satu persatu uang yang diberikan jamaah kepada penggugat," urainya.

"Begitu juga dengan bukti yang diberikan para penggugat. Akan tetapi angka petitum para penggugat meminta ganti kerugian. Menimbang gugatan formil harus jelas," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini