Wartawan Aceh yang Rumahnya Dibakar Surati Kapolri, Minta Pelaku Ditangkap

Windy Phagta, Okezone · Minggu 01 Desember 2019 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 01 337 2136614 wartawan-aceh-yang-rumahnya-dibakar-surati-kapolri-minta-pelaku-ditangkap-p5RyWhhDmv.jpg Kapolri Jenderal Idham Azis (Puspen TNI)

JAKARTA – Kasus pembakaran rumah wartawan Harian Serambi Indonesia, Asnawi Luwi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara belum mampu diungkap oleh Polda Aceh dan jajarannya meski sudah empat bulan peristiwa itu berlalu.

Asnawi Luwi yang jadi korban lantas menulis dan mengirim surat langsung kepada Kapolri Jenderal Idham Azis memohon kasus pembakaran rumahnya diungkap dan pelaku ditangkap. Dia meminta Kapolri membentuk tim khusus.

“Saya sangat berharap kepada Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis agar memback-up kasus pembakaran rumah saya dan membentuk tim independent serta menurunkan tim IT, Densus 88 dan Bareskrim Mabes Polri ke Aceh Tenggara,” kata Asnawi melalui surat yang salinannya diterima Okezone, Minggu (1/11/2019).

Surat tertanggal 30 November 2019 itu ikut ditembuskan kepada Presiden RI, Menko Polhukam, Komnas HAM, Kompolnas, Dewan Pers, Komisi III DPR RI dan Komite Penyelamatan Jurnalis.idham azis

Kapolri Jenderal Idham Azis (Okezone)

Dalam surat itu, Asnawi menceritakan pembakaran rumahnya terjadi pada Selasa 30 Juli 2019. Labfor Forensik Mabes Polri cabang Medan sudah memastikan bahwa rumahnya di Desa Lawe Loning Aman hangus dibakar. Tapi, pelakunya sampai sekarang belum ditangkap.

Baca juga: Rumah Wartawan di Aceh Dibakar OTK

Asnawi menduga kuat pembakaran rumahnya itu ada kaitan dengan sejumlah beritanya yang ditulisnya di antaranya kasus tambang pada proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Lawe Sikap yang memunculkan berbagai masalah serta dugaan korupsi dalam pembangunan Jalan Muara Situlen-Gelombang yang dibiayai dana Otonomi Khusus Aceh.

Baca juga: AJI, IJTI dan PFI Desak Polisi Usut Dugaan Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh

Pasca-pembakaran rumahnya, Asnawi bersama istri dan anak-anaknya kini memilih pindah ke Banda Aceh karena trauma dengan peristiwa tersebut. Asnawi sebelumnya bertugas di Aceh Tenggara.Ilustrasi

Asnawi mengaku keluarganya trauma dan takut kalau pelaku serta aktor pembakaran rumahnya belum ditangkap.

Berikut surat ditulis Asnawi Luwi kepada Kapolri Idham Azis meminta pengusutan kasus pembakaran rumahnya.

Kepada Yth,

Bapak Kapolri Jenderal Pol Idham Azis

Di-

Jakarta

 

Hal : 4 Bulan Rumah Wartawan Dibakar Pelaku Belum Ditangkap

 

Dengan Hormat,

Bersama ini saya sampaikan kepada Bapak Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, bahwa pada tanggal 30 Juli 2019 Rumah saya, Asnawi wartawan harian Serambi Indonesia warga di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara (Agara), Provinsi Aceh dibakar. Dan, hasil LABFOR Forensik Mabes Polri Cabang Medan juga menyatakan rumah saya di BAKAR bukan terbakar.

Melihat hal ini, kuat dugaan kasus pembakaran rumah saya akibat seringnya memviralkan berita di media cetak dan elektronik tiga bulan sebelum kejadian yang berulang-ulang seperti exploitasi tambang pada proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Lawe Sikap yang diduga mencemarkan lingkungan, tidak membayar pajak galian C dan lainnya, tambang illegal Galian C di Agara, dugaan minyak solar bersubsidi dimanfaatkan para pengusaha exploitasi tambang dan pemilik AMP, stone rusher (batu pecah), proyek jalan Muara Situlen-Gelombang dana Otsus Aceh sebesar Rp 11,6 Miliar yang sedang ditangani Kejari Agara, sejumlah DPRK Agara diperiksa penyidi KPK terkait dugaan gratifikasi perekrutan Komisior KIP Agara, dan kasus perjudian.

Perjalan sudah 4 bulan kasus saya ini kendati saksi korban dan saksi diperiksa, namun pelakunya belum ditangkap. Padahal, saya yakin kalau serius bekerja dari awal kasus ini pasti bisa cepat terungkap tidak berlarut-larut, apalagi dengan kecanggihan alat-alat yang dimiliki pihak POLRI.

Musibah pembakaran rumah saya ini, keluarga merasa trauma dan tidak kenyamanan, kalau pelaku dan aktor dalam kasus itu belum tertangkap aparat kepolisian.

Saya sangat berharap kepada Bapak Kapolri, Jenderal Idham Aziz agar memback-up kasus pembakaran rumah saya dan membentuk tim independent serta menurunkan tim IT, Densus 88 dan Bareskrim Mabes Polri ke Aceh Tenggara.

Demikian surat saya ini disampaikan atas bantuan bapak kapolri saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya, Pemohon Saksi Korban

Asnawi Luwi

 

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini