Share

BIN Dinilai Lembaga Negara yang Profesional

Fetra Hariandja, Okezone · Sabtu 30 November 2019 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 30 337 2136341 bin-dinilai-lembaga-negara-yang-profesional-aU68m7FbP1.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pengamat Terorisme dan Intelijen dari Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib menilai, lembaga negara yang menjadi garda terdepan dan memastikan stabilitas politik nasional adalah Badan Intelijen Negara (BIN).

Menurutnya, BIN secara senyap berhasil mengawal Pemilu Presiden secara damai dan lancar. Bahkan, Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan berhasil membawa situasi sejuk dan damai dengan mempertemukan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi di stasiun MRT Lebakbulus.

"Pertemuan itu membuka pintu rekonsiliasi nasional, bahkan kita tahu bersama Prabowo lantas menjadi Menteri Pertahanan," kata Ridlwan dalam keterangannya, Sabtu (30/11/2019).

Kata dia, Kredo intelijen adalah operasi senyap. Berhasil tidak dipuji, mati tidak dicari sudah menjadi bagian dari identitas tugas yang tak terpisahkan dari insan intelijen. Termasuk bagi sang Kepala BIN, Budi Gunawan.

"Sangat jarang beliau muncul di televisi atau media, apalagi mengklaim keberhasilan. Hal itu memang tabu bagi insan intelijen. Filosofi lembaga intelijen harus loyal pada satu user, yakni Presiden. Maka Kepala BIN wajib hanya melapor pada Presiden Jokowi, secara langsung, dan tidak boleh dipublikasikan media," sambungnya.

Perlu diketahui, kata dia, komunikasi intim dan personal antara Kepala BIN dan Presiden tidak perlu diketahui publik. Cukup Presiden yang tahu. Karena itu, wajar jika dalam Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi tetap mempertahankan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN.

"Itu artinya User puas dan percaya dengan BIN. Fakta yang nyata dan tak terbantahkan," tuturnya.

Sebagai sebuah lembaga yang sangat strategis, sambung dia, BIN tidak boleh dipimpin oleh orang yang tidak jelas rekam jejaknya. Apalagi, dipimpin oleh orang yang haus dan menginginkan jabatan. Keputusan Presiden Jokowi mempertahankan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN sudah tepat, mengingat pengalaman, dan prediksi ancaman 5 tahun ke depan.

Namun, lanjutnya, BIN juga harus terus berbenah. Apalagi di era Milenial dan serba digital. Informasi berseliweran begitu cepat. Perlu sistem baru yang memastikan informasi akurat yang diterima pimpinan BIN berlangsung cepat. Seperti motto BIN Veloz ET Exactus , benar dan tepat waktu.

"Tidak ada salahnya jika Kepala BIN menciptakan perangkat operasi dan sistem kendali yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Jika Presiden Jokowi mempunyai 7 Stafsus milenial, maka wajar jika Budi Gunawan merekrut orang orang muda yang cerdas dan pro NKRI sebagai staf dan mata telinga tambahan untuk merespon jaman yang serba Milenial dan digital itu. Tantangan Indonesia 5 tahun ke depan sangat beragam. Semoga dengan kendali yang teruji efektif, BIN bisa menjamin rasa aman dan damai bagi segenap masyarakat Indonesia," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini