nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Argumentasi Wacana Penambahan Periode Jabatan Presiden Dipertanyakan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 11:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 30 337 2136338 argumentasi-wacana-penambahan-periode-jabatan-presiden-dipertanyakan-8ByqzYKF0a.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dalam amandemen terbatas UUD 1945, secara mengejutkan muncul ke publik. Argumentasi mengenai isu itupun dipertanyakan oleh sejumlah pihak.

"Jabatan Presiden 3 periode argumentasinnya apa," kata Guru Besar Hukum Tata Negara IPDN, Juanda dalam acara Polemik MNC Trijaya di Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019).

 Baca juga: Kritisi Ide Jabatan Presiden 3 Periode, PKS : Mau Nostalgia Orde Baru?

Juanda menyatakan, wacana amandemen UUD 1945 itu hanya terfokus pada soal penambahan periode masa jabatan Presiden. Sehingga, dia mempertanyakan apakah wacana tersebut muncul lantaran adanya tendensius partai politik.

"Ini kan semacam ada tendensius partai politik kalau 3 periode Pak SBY, Pak Jokowi masih bisa nyalon," ujar Juanda.

Dengan begitu, Juanda meminta kepada seluruh anggota parlemen agar tidak bermain-main dengan isu tersebut. Pasalnya, jabatan Presiden cukup dua periode.

"Saya kira kalau ini bermain-main dalam mengurus negara," ucap Juanda.

 Baca juga: Masa Jabatan Presiden Dua Periode Dinilai Sudah Sesuai Semangat Reformasi

Jika argumentasi penambahan periode untuk perbaikan, Juanda berpandangan wacana tersebut bukanlah satu-satunya solusi konkret.

"Kalau mau urus negara dengan waktu tepat bisa saja 7-8 tahun 1 periode. Atau memang tidak usah otak'atik tinggal atur dan menej yang kurang tepat," tutup Juanda.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini