81% Masyarakat Tak Tertarik Benturkan Agama dan Negara, Ini Kata PP Muhammadiyah

Sarah Hutagaol, Okezone · Sabtu 30 November 2019 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 30 337 2136286 81-masyarakat-tak-tertarik-benturkan-agama-dan-negara-ini-kata-pp-muhammadiyah-396rtonW7E.jpg Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad (Foto: Muhammadiyah.or.id)

JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menyebut bahwa menjadikan Pancasila sebagai ideologi dari Indonesia sesuai dengan konsep yang diputuskan dalam organisasinya. 

Hal itu mengacu pada persentase masyarakat Indonesia sebanyak 81 persen yang menganggap negara dan agama sama pentingnya. Angka itu berdasarkan survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia dalam melakukan surveinya.

Masyarakat cenderung tidak tertarik untuk membenturkan agama dan negara. Dalam temuannya, Parameter menyebut sebanyak 62 persen masyarakat Indonesia mendukung konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai ideologi.

Baca Juga: Survei Parameter Politik: 81% Masyarakat Tak Tertarik Benturkan Agama dengan Negara 

Pancasila Foto Ist

Selaras diutarakan Dadang, kalau hubungan agama dan negara sudah selesai. Hal itu telah menjadi keputusan PP Muhammadiyah pada Muktamar Muhammadiyah yang ke-47 di Makassar pada 2015 lalu.

"Ya apalagi di Muhammadiyah, hubungan agama dan negara sudah selesai. Apalagi keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 Makassar, bahwa negara RI adalah Darul Ahdi Wa Syahadah, yaitu negara berdasarkan Pancasila adalah kesepakatan dan perjanjian bersama," ucap Dadang kepada Okezone, Jumat (29/11/2019).

"Dan Muhammadiyah ingin membuktikan dengan karya untuk kemajuan bangsa dan negara. Agama adalah menjadi driving force bagi kemajuan dan kesejahteraan negara," imbuhnya. 

Sementara itu, dalam survei tersebut didapatkan sebanyak 22,1 persen masyarakat menilai NKRI dengan Pancasila dan mendorong agama sebagai urusan pribadi. Sedangkan yang menghendaki negara berasaskan agama yang diformalkan 6,7 persen.

Survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia menggunakan metode stratified multistage random sampling di 34 provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dalam kurun waktu 5-12 Oktober 2019 dengan 1.000 responden dengan margin of error sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini