nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Fakta Kasus Mayat Janda Muda dalam Kondisi Bugil

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 06:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 30 337 2136282 10-fakta-kasus-mayat-janda-muda-dalam-kondisi-bugil-JrW5Ou9l05.jpg Lokasi penempuan mayat perempuan bugil di Desa Ngumpakdalem, Bojonegoro, Jawa Timur (Foto: Okezone/Avirista Midada)

BOJONEGORO – Kepolisian berhasil mengungkap pelaku pembunuhan perempuan yang ditemukan tewas telanjang di salah satu irigasi persawahan di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Di balik pengungkapan kasus yang sempat menggegerkan warga sekitar ini terdapat sejumlah fakta – fakta menarik, berikut rangkuman Okezone:

1. Ditemukan Tewas Penuh Luka dan Tanpa Busana alias Bugil 

Warga pada Senin siang 25 November 2019 digegerkan dengan penemuan jasad perempuan yang tewas mengenaskan dengan penuh luka di kepala dan bekas jeratan di leher.

Baca Juga: Terungkap Identitas Mayat Perempuan Telanjang di Bojonegoro

Jasad tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam saluran irigasi warga di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Tak hanya itu, jasad perempuan malang tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa busana.

“Berdasarkan hasil visum, meninggalnya disebabkan jeratan tali di leher,” ucap Kasatreskrim Bojonegoro AKP Rivaldi Hangga Putera.

2. Korban Teridentifikasi Berkat Ada Laporan Orang Hilang 

Awalnya polisi kesulitan mengidentifikasi jasad perempuan yang ditemukan di saluran irigasi warga di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Hal ini lantaran tak ada warga sekitar lokasi yang mengenali wajahnya.

Polisi merilis pelaku pembunuhan

Identitas jasad perempuan tersebut terungkap setelah seorang warga melaporkan anak perempuannya belum kembali sejak Minggu malam 24 November 2019.

“Ada pengakuan warga bahwa anaknya belum pulang sejak Minggu malam sampai Senin siang, yang kemudian kita telusuri keterangannya,” ungkap Kasatreskrim Bojonegoro AKP Rivaldi Hangga Putera.

Baca Juga: Warga Digegerkan Penemuan Mayat Pria Misterius di Warung Kosong

Setelah diidentifikasi ternyata pengakuan sepasang suami istri Kasdan dan Yulikah benar. Jasad tersebut tak lain adalah anak perempuannya yang bernama Aidatul Izah asal Dusun Kedungrejo RT 39 RW 8, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

3. Korban Berstatus Janda Muda 

Setelah diselidiki korban bernama Aidatul Izah (20) ternyata statusnya janda dengan satu anak. Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan menegaskan status korban merupakan janda satu anak. “Korban statusnya janda satu anak,” imbuhnya.

4. Pelaku Merupakan Kekasih Korban

Berdasarkan hasil penyelidikan dan sidik jari yang tertinggal di sekitar lokasi, pelaku pembunuhan akhirnya mengarah ke Andris Nova Setiawan (19) warga Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan mengungkapkan pelaku diamankan pada Rabu 27 November 2019 malam.

“Kita amankan pelaku di sebuah warung kopi Rabu malam sekitar pukul 17.30 WIB. Pelaku diamankan berdasarkan penyelidikan dan sidik jari di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ungkap Budi, Jumat 29 November 2019.

Saat diinterogasi, ternyata tersangka dan korban ini tengah menjalin asmara. “Hubungan korban dan pelaku ini menjalin asmara,” lanjut Budi.

5. Tersangka Berstatus Pelajar 

Fakta lain pelaku pembunuhan bernama Andriz Nova Setiawan (19) ternyata masih berstatuskan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 3. “Status tersangka masih pelajar kelas 3 SMK,” imbuh AKBP Budi Hendrawan yang baru menjabat Kapolres Bojonegoro beberapa hari ini.

6. Keduanya Berkenalan Lewat Facebook 

Pelaku mengawali perkenalannya dengan korbannya dari media sosial Facebook pada bulan Juli 2019. Dari sanalah keduanya akhirnya bertemu dan timbul benih asmara.

“Dari barang bukti yang kita sita pertama HP, di sini ada percakapan memang mereka sudah ada hubungan dan hubungannya melalui Facebook, hingga akhirnya bertemu dan mengenal,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan.

7. Pelaku Diminta Bertanggung Jawab

Dari pengakuan pelaku, korban kerap kali meminta pertanggungjawaban atas kehamilan korban, mengingat kedua telah beberapa kali melakukan hubungan badan. Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan menuturkan pelaku merasa kesal lantaran korban meminta solusi terkait kehamilan korban.

“Korban berkata meski tersangka tidak menghamili korban, tapi tersangka juga pernah melakukan hubungan badan dengan korban,” ujarnya.

Kepada awak media, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya lantaran sering diminta bertanggung jawab atas kehamilan korban. “Saya diminta bertanggung jawab atas kehamilannya dan sering dimintai uang juga,” tutur Andriz. 

8. Beberapa Kali Berhubungan Badan

Berdasarkan hasil interogasi kepada pelaku beberapa kali telah melakukan hubungan suami istri dengan korbannya. “Pacaran statusnya, mungkin ada beberapa kali hubungan badan,” kata Kapolres Bojonegoro. 

9. Dicekoki Miras, Disetubuhi dan Dijerat Lehernya

Sebelum menghabisi nyawa korbannya, menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan, tersangka terlebih dahulu mengajak korbannya minum minuman keras (miras) jenis arak jawa.

Setelah setengah sadar, pelaku melampiaskan nafsunya sebanyak dua kali di kawasan Waduk Mastrip yang terletak di Desa Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro.

Selang beberapa saat kemudian keduanya terlibat pertengkaran hebat sehingga tersangka yang setengah sadar hilang kendali dan mencekik leher korbannya dengan tali tampar yang dibawanya.

“Leher korban dijerat dengan tali tampar terlebih dahulu, makanya terlihat ada bekas jeratan di leher. Di bagian kepala dan wajah korban juga terdapat bekas luka akibat pukulan benda keras beberapa kali,” tutur Budi.

10. Dalam Kondisi Hamil

Saat ditemukan tewas ternyata korban Aidatul Izah (20) tengah dalam keadaan berbadan dua alias hamil. Hal ini sesuai dengan pengakuan tersangka yang mengaku kekasihnya tengah mengandung 24 minggu.

“Korban ini hamil 24 minggu. Pengakuan tersangka korban meminta pertanggungjawaban dan sering minta uang,” papar AKBP Budi Hendrawan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini