nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FPI Santai dan Siap Jelaskan Khilafah-Jihad ke Mendagri

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 02:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 30 337 2136244 fpi-santai-dan-siap-jelaskan-khilafah-dan-jihad-ke-mendagri-YR1ftaEqAB.jpg Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis siap memberikan penjelasan terkait pembahasan khilafah Islamiyah dan jihad yang ada di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI. Meski, sudah memberikan penjelasan dan disebarluaskan ke media sosial.

"Masalah AD/ART FPI sudah dijelaskan, soal khilafah sudah dijelaskan, secara gamblang ada di Youtube, soal jihad apalagi," katanya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga: Pemerintah Belum Putuskan Perpanjangan FPI 

Pihaknya meyakini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memahami apa yang dimaksud dalam AD/ART FPI. Namun, bila memang tetap diminta untuk memberikan penjelasan, pihaknya siap menjelaskan termasuk soal konsep NKRI bersyariah.

"Pak Tito sudah paham banget lah, soal jihadnya FPI. Sangat siap dong, tenang tenang saja, santai-santai saja," ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian Foto: Ist 

Sobri menjelaskan, yang dimaksud dengan jihad di FPI, yakni seperti membela Negara Kesatuan Republik Indonesia atas dasar semangat jihad untuk mengusir penjajah Belanda.

"Indonesia atas dasar jihad, berdirinya negera ini atas dasar jihad, tidak ada Pancasila tanpa jihad, tidak ada NKRI tanpa jihad. Resolusi jihad ulama, mengusir habis penjajahan. Itu yang dijaga oleh FPI, negeri ini wajib tegak," ujarnya.

Baca Juga: Mendagri Disarankan Temui FPI Minta Penjelasan Konsep Khilafah Islamiyah 

Maka, konsep tersebut tidak melanggar Pancasila dan hukum. "Melanggar Pancasila tidak, melanggar hukum tidak. Masih ojok ojok ini apa, ada syariah ada jihad, maunya apa? Jihad itu ajaran Islam, syariah juga ajaran Islam. Apa yang melanggar di negara ini. Khilafah islamiyah, Pancasila khilafah islamiyah. Apa yang melanggar di negara ini," katanya.

Untuk itu, daripada berpolemik di ruang publik, kata Sobri, lebih baik Mendagri bertemu dengan FPI. "Dia juga bawa pakar-pakarnya. Biar nanti enggak malu-malu amat begitu. Diskusi bareng," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini