Menerka Peluang Airlangga dan Bamsoet Jelang Munas Golkar

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 29 November 2019 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 29 337 2136204 menerka-peluang-airlangga-dan-bamsoet-jelang-munas-golkar-PGJtH0s3RU.jpg Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Calon Ketua Umum Partai Golkar memanas jelang Musyawarah Nasional pada 3-5 Desember 2019. Namun, memanasnya situasi di partai berlambang beringin ini merupakan sebuah dinamika yang biasa terjadi.

Menurut Pengamat Politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo, memanasnya suhu politik di Partai Golkar jelang Munas memang berdampak pada situasi politik nasional.

Baca Juga: Ini Syarat Caketum Partai Golkar yang Boleh Maju di Munas 

"Suka atau tidak suka tentunya dinamika Munas Partai Golkar sangat berdampak pada situasi politik nasional, karena Partai Golkar adalah partai yang komplit secara organisasi. Artinya, Partai Golkar mempunyai sumber daya yang kuat. Sumber daya kadernya, ekonominya partainya, pengalaman partainya sehingga Partai Golkar ini berdampak pada sejarah perpolitikan bangsa dan pergerakan politik luar negeri," kata Edison, Jumat (29/11/2019).

Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. (Foto: Ist)	 

Dua calon kuat, yakni Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto tentu memiliki dukungan massa yang besar. Edison memprediksi, terkait siapa nanti yang bakal jadi orang nomor satu di Golkar ini.

"Situasi politik nasional secara umum saat ini tentunya menguntungkan Airlangga Hartarto, tetapi bila kita melihat pada segmentasi tradisi politik maka sesungguhnya dari teori tradisi klasik politik memberi pesan bahwa Airlangga Hartarto dipastikan akan kembali jadi Ketua Umum Partai Golkar. Tetapi bila kita menggukan teori tradisi pencerahan politik maka sangat terbuka ruang bagi Bambang Soesatyo untuk dapat mengelola dinamika Munas Golkar," jelas Edison.

Kendati demikian, dia meyakini betul jika sosok Airlangga Hartato lebih unggul. Namun, persaingan antara keduanya bisa dikatakan sangat ketat.

Menurutnya, bila munas dilaksankan hari ini maka akan terjadi pertarungan yang ketat dan secara umum dan terbuka Airlangga Hartarto sedikit lebih unggul karena terbantu oleh situasi politik dan simbolisasi sistem yang sangat kuat.

"Kalau ditanya berapa angka perbandingnya maka dari 100 persen populi vote di Partai Golkar saya berasumsi sampai saat ini Airlangga unggul dengan 47 persen, 40 persen, 13 persen. Artinya 47 persen mendukung Airlangga, 40 persen mendukung Bambang Soesatyo dan 13 persen dukunganya masih bersayap (swing vote)," papar Edison.

Dia menambahkan, hal ini terjadi karena dari pantauan yang telah dilakukan di DPD I dan DPD II, telah memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo. Tetapi, Edison menyebut, belakangan dukungan itu berbalik kepada Airlangga Hartarto.

"Bagi kami ini adalah situasi yang harus dicermati kedua kubu ini karena kita semua tahu dinamika di Partai Golkar itu sangat luar biasa, kalau Airlangga mampu menjaga dinamika munas, maka Airlangga akan menjadi Ketua Umum dan dukungannya akan lebih besar, tetapi bila Bambang Soesatyo mampu mengelola dinamika Munas maka bisa membalikan keadaan dan bisa menjadi pemenang pada saat Munas nanti," urainya.

Baca Juga: Kader Golkar Diimbau Tetap Kompak Jelang Munas

Siapapun nanti yang akan menjadi Ketum Golkar, Edison menyebut jika hal itu cukup elok jika ada sebuah kompromi politik di seluruh pimpinan dan jajaran pengurus partai berlambang beringin ini.

“Tentunya kompromi politik akan menjadi pilihan yang sangat cantik untuk dinamika Partai Golkar,“ tutup Edison.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini