nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sidak Pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Subang

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 13:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 337 2135925 jokowi-sidak-pelayanan-bpjs-kesehatan-di-rsud-subang-ryjIYWil62.jpg Jokowi melakukan sidak pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Subang. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Subang dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Jumat (29/11/2019). Sidak ini merupakan inisiatif Jokowi sendiri dan tidak ada dalam agenda resmi kepala negara.

Jokowi kemudian langsung mengunjungi salah satu instalasi perawatan kelas III, yakni Ruang Asoka. Presiden juga berbincang dengan para pasien yang sedang dirawat.

Baca juga: Jokowi Akan Tinjau Pelabuhan Patimban di Subang 

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, melalui sidak ini Jokowi ingin mengetahui langsung pelayanan BPJS Kesehatan.

"Presiden ingin memastikan pelayanan BPJS berjalan dengan baik," kata Bey.

Jokowi sidak pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Subang. (Foto: Biro Pers Setpres)

Selama sidak, Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Direktur RSUD drg Ahmad Sopyan, dan Wadir Pelayanan dr Ahmad Nasuhi.

Usai sidak selama 40 menit, Jokowi meninggalkan rumah sakit sekira pukul 09.55 WIB. Ia kemudian langsung bertolak menuju Pelabuhan Patimban.

Baca juga: Potensi Stafsus Milenial Harus Dioptimalkan untuk Ikut Memajukan Bangsa 

Dalam keterangannya kepada awak media di Pelabuhan Patimban, Jokowi mengatakan bahwa dalam sidak tersebut hampir 90 persen pasien yang ditemui menggunakan Kartu Indonesia Sehat.

Dari jumlah tersebut, kata Jokowi, sekira 70 persen merupakan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI), dan 20 persen sisanya merupakan peserta mandiri.

"Sama seperti yang di Lampung, kurang lebih angkanya hampir-hampir sama. Artinya apa? Artinya memang masyarakat memanfaatkan kartu BPJS itu dalam rangka pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit," kata Jokowi.

Dia menjelaskan bahwa hal yang paling penting dalam menyelesaikan terkait BPJS Kesehatan adalah memperbaiki BPJS itu sendiri, bukan di rumah sakit atau pemegang kartunya.

Menurut Jokowi, BPJS harus mampu mengendalikan defisit, terutama mengingat pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang besar.

Baca juga: Jokowi Kunjungi Pabrik Mobil di Korea 

Jokowi sidak pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Subang. (Foto: Biro Pers Setpres)

"Ada 133 juta (orang) yang di-cover oleh pemerintah dari kartu BPJS yang gratis, 96 juta (orang) oleh pemerintah pusat dan sisanya itu pemerintah daerah. Gede banget ini. Jadi kenaikan BPJS itu yang 133 juta itu artinya di-cover oleh APBN dan APBD. Itu yang harus menjadi catatan," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi juga pernah melakukan kegiatan serupa saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung pada Jumat 15 November 2019.

Saat itu Jokowi mengunjungi RSUD Dr H Abdul Moeloek di Kota Bandar Lampung.

Baca juga: Jokowi Dukung Perdamaian di Semenanjung Korea 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini