nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tito Minta Dukungan Komisi II DPR Tambah Dana Parpol

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 08:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 29 337 2135824 tito-minta-dukungan-komisi-ii-dpr-tambah-dana-parpol-lTG5MYkChW.jpg Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Dok Puspen Kemendagri)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar dana bantuan partai politik (banpol) ditambah. Dia pun meminta dukungan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk setelah berbicara dengan Kementerian Keuangan ihwal usulan tersebut.

"Kami mohon dukungan dari Komisi II juga bisa diperjuangkan agar parpol bisa dapatkan anggaran lebih besar untuk survive-nya operasionalnya parpol," ujar Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 28 November 2019.

Baca juga: KPK Tanggapi Peluncuran Mesin ADM oleh Kemendagri 

Dia menjelaskan, dalam mengelola banpol, pihaknya bakal menggunakan prinsip program follow money, sehingga dengan begitu parpol tetap hidup.

"Money-nya sudah disiapkan. Otomatis program dengan output sasaran di 2020, kami akan kerjakan berdasarkan anggaran-anggaran ini," tutur Tito.

Baca juga: Usulan Pergeseran Anggaran Kemendagri untuk Blangko KTP-el Disetujui DPR 

Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengatakan besaran dana bantuan partai politik saat ini Rp1.000 per suara. Namun belakangan anggota DPR banyak menyarankan agar nominal itu dinaikkan menjadi Rp2.000 sampai 5.000.

"Kemendagri memang menyarankan bantuan parpol per suara Rp1.000. Di 2020 memang karena adanya jumlah parpol yang meningkat," kata Hadi.

Sedangkan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan gagasan penambahan dana bantuan tersebut dalam rangka memastikan bahwa partai politik sehat.

Baca juga: Disindir Mendagri Kayak Kampung, Anies Banggakan Transformasi Transportasi Jakarta 

Menurut dia, parpol sering mengalami kendala untuk melakukan fungsi dasar kaderisasi, pendidikan, dan rekrutmen politik yang membutuhkan biaya besar.

"Cara kita ciptakan sistem kepartaian sehat, dan itu dilegalkan dalam Undang-Undang Partai Politik adalah memang kita harus alokasikan sejumlah keuangan," paparnya.

Baca juga: Mendagri Tito ke Anies: Jakarta Kayak Kampung Dibanding Beijing 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini