Kemenag Disarankan Selesaikan Hak Warga untuk Ibadah Dibanding Perangi Radikalisme

Sarah Hutagaol, Okezone · Kamis 28 November 2019 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 337 2135660 kemenag-disarankan-selesaikan-hak-warga-untuk-ibadah-dibanding-perangi-radikalisme-EQZOPBLTdb.jpg Komnas HAM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai kalau Kementerian Agama lebih baik mengurusi hak setiap warga negara untuk memeluk dan menyelenggarakan agamanya dibanding memerangi radikalisme.

Dalam konteks itu, Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam menyebut bahwa masih banyak masalah sulitnya membangun rumah ibadah. Menurutnya, hal tersebut yang seharusnya dibereskan oleh Kemenag.

"Enggak boleh ada yang berniat baik, kepengin mendekatkan diri kepada Tuhan, susah untuk mendirikan rumah ibadah," ucap Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

"Tugas Kemenag adalah membereskan itu. Itu jauh lebih urgent mengelola itu daripada memerangi radikalisme yang enggak jelas bentuknya," lanjutnya.

komnas HAM
(Foto: Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam/Okezone)

Baca Juga: Wamenag ke Guru Agama: Jangan Ada Radikalisme di Antara Kita

Lebih lanjut, dengan tidak memberikan izin untuk mendirikan rumah ibadah sebagai salah satu bentuk intoleran, dan Anam menilai sikap intoleran tersebutlah yang membuat seseorang menjadi radikalisme.

"Padahal radikalisme itu tumbuh kembang dengan sehat ketika sikap hidup kita intoleran," ungkap Choirul.

Oleh sebab itu, bagi Choirul tugas Kementerian Agama saat ini yang terpenting adalah memastikan bahwa ruang kemerdekaan setiap warga negara untuk memeluk agama, dan kepercayaan dilindungi dengan baik.

"Karena salah satu sumber radikalisme adalah dalam narasi keagamaan itu di situ. Misalnya, di banyak tempat, banyak kelompok tumbuh kembang dengan isu politik, gara-gara isu perbedaan karena dia Kristen, dia Budha, dan macam-macam," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini