nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Cukup Bukti, Stafsus Wapres Maruf Amin Bebas dari Kasus Penipuan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 28 November 2019 19:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 28 337 2135658 tak-cukup-bukti-stafsus-wapres-maruf-amin-bebas-dari-kasus-penipuan-uS0QzDDOPm.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya telah menghentikan laporan dugaan penipuan yang dilakukan salah satu Staf Khusus Wakil Presiden Maruf Amin, Lukmanul Hakim.

"Terkait penanganan tersangka penipuan, dimana salah satu pelapornya adalah bapak Lukmanul Hakim, dalam perkara ini, setelah diperiksa sebagai saksi dan beberapa saksi lain. Setelah gelar perkara, diputus," kata Asep kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Kata dia, penyidik telah menghentikan perkara penipuan yang menjerat Lukman Hakim sebagai saksi, lantaran pihaknya tidak menemukan cukup bukti.

"Bahwa Lukmanul Hakim dengan pertimbangan bahwa tidak ditemukan bukti yang cukup keterlibatan saudara Lukmanul Hakim," ujarnya.

 Penipuan

Namun, dalam kasus ini pihaknya akan menetapkan tersangka terhadap seseorang yang berinisial MAN. "Penanganan perkara ini akan diteruskan dengan tersangka MAN," tutupnya.

Perlu diketahui, kasus ini dilaporkan oleh seorang warga negara Jerman bernama Mahmoud Tatari ke Polres Bogor pada 2017 lalu. Mahmoud Tatari adalah pemilik lembaga sertifikasi halal asal Jerman.

Kasus ini berawal ketika Mahmoud meminta tolong kepada Lukmanul untuk mengurusi sertifikasi halal perusahaannya. Kemudian, Lukman menyanggupinya asalkan Mahmoud memberikan sejumlah uang kepadanya.

Demi nama Halal Control Jerman terdaftar di website MUI, Mahmoud pun menyanggupinya. Uang sudah diberikan, hingga saat ini nama perusahaannya tidak terdaftar di website MUI. Karena merasa ditipu oleh Lukmanul, Mahmoud melaporkannya ke polisi.

Diketahui saat itu, Lukmanul menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan kosmetik (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain Lukmanul, Mahmood Abu Annaser WN Jerman ini juga ikut dilaporkan, lantaran sebagai perantara.

Menurut kuasa hukum pelapor, Ahmad Ramzy, kasus ini oleh Polres Bogor sudah dibawa ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Sayangnya, meski kasus ini sudah sampai di Bareskrim Polri dan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, polisi menghentikan penyelidikan terhadap Lukmanul karena Mahmood Abo Annaser masih buron, sehingga tidak bisa dimintakan keterangannya. Akibat penipuan ini, kata Ramzy, kliennya menderita kerugian mencapai Rp800 juta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini