nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS Tidak Setuju Usulan PBNU soal Pilpres Dikembalikan ke MPR

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 09:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 28 337 2135386 pks-tidak-setuju-usulan-pbnu-soal-pilpres-dikembalikan-ke-mpr-xlmGigGpgi.jpg Ilustrasi MPR RI. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sepakat dengan usulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar pemilihan presiden dikembalikan ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurut PKS, usulan tersebut tidak tepat jika digunakan saat ini.

"Tidak tepat (usulan pemilihan presiden ke MPR digunakan saat ini)," kata Sekretaris Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP PKS Suhud Alynudin ketika berbincang dengan Okezone, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: PBNU Usul Pilpres Dikembalikan ke MPR 

Ia mengingatkan bangsa Indonesia mempunyai catatan buruk saat pilpres dilakukan MPR. Di mana akhirnya memunculkan gerakan Reformasi lantaran menganggap sistem tersebut melahirkan oligarki politik.

"Artinya, jangan sampai kita seperti 20 tahun ke belakang," tuturnya.

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Ist)

Lebih jauh, kata dia, usulan pilpres dikembalikan ke MPR harus dikaji serius, mendalam, dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

"Perubahan itu harus disetujui oleh mayoritas rakyat, jangan hanya kepentingan segelintir elite politik," tegasnya.

Baca juga: PBNU Usul Pilpres Dikembalikan ke MPR, PKS: Harus Dikaji Mendalam 

Bahkan, lanjut Suhud, PKS mengusulkan semua pihak lebih fokus memperbaiki sistem demokrasi yang sedang dibangun sejak era Reformasi ini.

"Setiap sistem politik punya kekurangan, namun kita punya pengalaman buruk dengan sistem yang lama," ujarnya.

Sebelumnya Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengusulkan pemilihan presiden dikembalikan ke MPR. Hal tersebut karena dinilai sistem pemilihan secara langsung yang sudah berlaku sejak 2004 terlalu banyak mudarat ketimbang manfaatnya.

"Tentang pilpres kembali MPR, itu keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon, 2012. Kiai-kiai menimbang mudarat dan manfaat. Pilpres langsung itu high cost, terutama cost sosial," ujar Said Aqil.

Baca juga: Wacana Pengembalian Pilpres ke MPR Disebut Merawat Sistem Oligarki 

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Dok Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini