nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 28 November: Berdirinya Persija hingga Timor Timur Merdeka dari Portugal

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 08:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 28 337 2135355 peristiwa-28-november-berdirinya-persija-hingga-timor-timur-merdeka-dari-portugal-cQGdC2ir53.jpg The Jakmania memberi dukungan untuk Persija di Stadion Gelora Bung Karno Senayan. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

1960 – Mauritania Merdeka dari Prancis

Republik Islam Mauritania resmi memerdekakan diri dari Prancis tepat pada 28 November 1960. Mauritania merupakan negara bekas jajahan yang letaknya di Afrika Utara Barat.

Mauritania negara kesebelas terbesar di Afrika yang berbatasan dengan Samudera Atlantik. Saat ini Mauritania menjadi negara yang mandiri usai merdeka dari Prancis.

Kendati demikian, angka perbudakan di Mauritania masih tinggi hingga kini. Sekira 20 persen dari penduduk Mauritania hidup dengan penghasilan kurang dari 1,25 dolar Amerika Serikat per hari.

1966 – Diluncurkannya Soyuz Pesawat Luar Angkasa Asal Uni Soviet

Sebuah rangkaian pesawat tanpa awak yang dirancang oleh Sergey Korolev untuk program luar angkasa Uni Soviet bernama Soyuz diluncurkan tepat pada 28 November 1966. Soyuz berhasil diluncurkan dan mengorbit di luar angkasa.

Setelah berhasil diluncurkan, pesawat-pesawat Soyuz dijadikan transportasi untuk mengangkut kosmonot yang akan pergi ke stasiun luar angkasa. Penerbangan Soyuz yang dengan awak diluncurkan pertama kali pada 23 April 1967.

1975 – Timor Timur Umumkan Merdeka dari Portugal

Timor Timur resmi memproklamasikan kemerdekaan dari Portugal pada 28 November 1975. Setelah lepas dari jajahan Portugal, Timor Timur bergabung dengan Indonesia pada tanggal yang sama.

Namun seiring berjalannya waktu, Timor Timur menginginkan lepas setelah bergabung puluhan tahun dengan Indonesia. Alhasil pada 20 Mei 2002, Timor Timur resmi berpisah dari Indonesia dan menjadi negara merdeka.

2004 – Revolusi Oranye di Ukraina

Pada 28 November 2004 muncul gelombang protes besar-besaran di Ukraina. Aksi protes yang berlangsung selama sekira sebulan itu disebut sebagai Revolusi Oranye.

Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes adanya praktik korupsi besar-besaran, intimidasi terhadap para pemberi suara, dan penipuan hasil Pemilu Ukraina 2004. Terdapat ribuan orang memprotes hal itu setiap harinya di ibu kota Kiev, Ukraina.

Protes yang menjalar ke seluruh wilayah berhasil membatalkan hasil pemilu November 2004. Alhasil, pemilu ulang dilakukan pada 26 Desember 2004. Hasil akhir pemilu ulang menunjukkan kemenangan untuk Victor Yushchenko.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini