nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Berupaya Tekan Angka Stunting hingga di Bawah 20%

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 04:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 28 337 2135323 pemerintah-berupaya-tekan-angka-stunting-hingga-di-bawah-20-gWF0jC9M2X.jpg Wapres KH Maruf Amin di Malang (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Pencegahan stunting disebut Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menjadi salah satu program yang dicanangkan pemerintah dalam kabinet Indonesia Maju.

Dari sana Wapres Ma'ruf Amin mengecek program pencegahan stunting yang dilakukan di Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Ilustrasi

Di desa inilah mantan ketua umum PBNU ini melihat langsung bagaimana petugas kesehatan memberikan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, pemberian makanan bergizi pada masyarakat terutama bayi, balita, dan ibu hamil.

"Sekerang saya hadir di Tangkilsari, kita ingin mendapat infomrasi dengan bagaimana mencegah stunting. Kita ingin membangun manusia Indonesia yang unggul, sehat, cerdas dan berakhlak mulia serta berdaya saing," ujar Ma'ruf Amin di Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (27/11/2019).

Bila masyarakat tidak sehat makan disebut berpengaruh pula dalam hal menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, unggul, dan mampu bersaing.

"Kalau masyarakatnya sehat kan bisa menjadikan sumber daya manusia yang unggul. Kalau tidak sehat, tidak akan menjadi manusia yang unggul," tuturnya.

Saat ini disebut Ma'ruf Amin angka stunting di Indonesia berada di 27 sekian persen. Oleh karena itu, pemerintah berupaya dengan berbagai cara bagaimana menurunkan angka stunting hingga dibawah 20 persen dalam jangka waktu lima tahun terakhir.

Baca Juga : Heboh Isu Jokowi Bakal Pecat Prabowo

"Dari sana perlu ada upaya-upaya identifikasi untuk menangani stunting di berbagai daerah. Saya melihat upaya-upaya serius disini. Ada pencegahan, ada juga ibu hamil. Sudah mulai diberikan penyuluhan. Ada pemilihan jamban dan sanitiasi, air bersih, dan gizi keluarga," jelas pria kelahiran Tangerang ini.

Ia juga menyebut sejumlah pihak tak hanya lembaga pemerintah juga dilibatkan pencegahan stunting, mengingat dalam program ini tak membutuhkan anggaran yang sedikit. "Ada yang masuk APBN-APBD dari (lembaga pemerintah), juga oleh melibatkan swasta. Jadi, anggaran yang kita pakai ini kita koordinasikan. Diintegrasikan menjadi sebuah gerakan yang terkordinasi menyeluruh," paparnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini