nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Tegaskan Tidak Semua Pengajuan Grasi Dikabulkan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 27 November 2019 19:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 27 337 2135190 jokowi-tegaskan-tidak-semua-pengajuan-grasi-dikabulkan-dCWAaXLSkL.jpg Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (Foto: Okezone/Arif)

BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan alasan pemberian grasi kepada Mantan Gubernur Riau yang jadi terpidana kasus korupsi Annas Maamun. Ia pun menjelaskan grasi setahun yang diberikan kepada Annas Maamun karena adanya pertimbangan dari Mahkamah Agung (MA).

"Kita harus tahu semuanya dalam ketata negaraan kita. Grasi itu adalah hak yang diberikan kepada Presiden atas pertimbangan MA. Itu jelas sekali dalam UUD kita. Jelas sekali," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

Kepala Negara menegaskan bahwa tidak semua para terpidana dikabulkan grasinya kepada Presiden. "Tidak semua yang diajukan pada saya kita kabulkan. Coba di cek berapa yang mengajukan berapa ratus yang mengajukan dalam satu tahun. yang dikabulkan berapa, dicek betul," jelasnya.

Selain pertimbangan MA, Jokowi memaparkan pemberian grasi juga atas pertimbangan masukan Menko Polhukam Mahfud MD.

Annas

Baca Juga: Jokowi Beri Grasi ke Eks Gubernur Riau Annas Maamun

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan bahwa pemberian grasi kepada Annas Maamun juga didasari atas pertimbangan rasa kemanusiaan.

"Pertimbangan yang kedua dari Menko Polhukam juga seperti itu. Yang ketiga memang dari sisi kemanusiaan memang umurnya juga sudah uzur dan sakit sakitan terus. Sehingga dari kacamata kemanusiaan itu diberikan. tapi sekali lagi atas pertimbangan MA dan itu adalah hak yang diberikan kepada Presiden dan UUD," tegas dia.

Jokowi menambahkan bahwa pemerintah tak pernah khawatir pemberan grasi kepada Annas Maamun bisa membuat publik mempertanyakan komitmen Presiden dalam pemberantasan korupsi.

"Nah kalau setiap hari kita keluarkan grasi untuk koruptor setiap hari atau setiap bulan itu baru. Itu baru silakan dikomentari," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini