Demokrasi Dinilai Berjalan Mundur jika Masa Jabatan Presiden Ditambah

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 27 November 2019 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 337 2134910 demokrasi-dinilai-berjalan-mundur-jika-masa-jabatan-presiden-ditambah-bjc0H3ZcKn.jpg Ilustrasi presiden. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar menilai demokrasi di Indonesia akan berjalan mundur jika masa jabatan presiden ditambah. Ia menyatakan banyak pihak tidak ingin perkembangan demokrasi saat ini menjadi buruk akibat wacana tersebut.

"Jangan berjalan mundur ke masa di mana kelonggaran masa jabatan presiden bisa cukup lama yang faktanya selalu memundurkan demokrasi kita," ucapnya ketika berbincang dengan Okezone, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: PKS Tegaskan Tolak Masa Jabatan Presiden Tiga Periode 

Dia pun tegas menolak wacana penambahan masa jabatan presiden dalam amendemen Undang-Undang Dasar 1945. Dirinya meminta wacana ini secepatnya diakhiri.

Ilustrasi demokrasi di Indonesia. (Foto: Shutterstock)

"Iya (menolak, red). Saya mengimbau wacana penambahan masa jabatan presiden ini sebaiknya disudahi," kata Renan.

Baca juga: Fadli Zon Anggap Usulan Tiga Periode Masa Jabatan Presiden Sangat Berbahaya 

Sebelumnya Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Arsul Sani mengatakan pihaknya mendapat usulan masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode. Tetapi, pihaknya enggan menanggapi lebih lanjut hal itu lantaran hanya usulan.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini