Share

Staf Khusus Milenial Diharapkan Tak Jadi Komoditas Pencitraan

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 27 November 2019 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 337 2134869 staf-khusus-milenial-diharapkan-tak-jadi-komoditas-pencitraan-aZXv79JdGq.jpg 7 Stafsus Jokowi. (Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak ingin tujuh orang staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari milenial hanya dijadikan komoditas pencitraan dan gimik semata. PKS ingin potensi mereka dioptimalkan untuk bangsa dan negara.

Juru Bicara PKS, Ahmad Fathul Bari mengatakan, terbukanya ruang bagi kalangan muda di pemerintahan Jokowi patut diapresiasi.

“Secara pribadi, sebagai kalangan muda, langkah Presiden memberi ruang kepada anak muda tentu kita apresiasi, seperti halnya Nadiem Makarim yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta para wakil menteri. Begitu juga dengan stafsus milenial,” kata Fatul saat dihubungi Okezone, Rabu (27/11/2019).

Namun di sisi lain, Fatul mengingatkan agar tugas pokok dan fungsi para stafsus bisa dipastikan dengan jelas, sehingga potensi mereka bisa dioptimalkan untuk bangsa dan negara. “Dan keberadaan mereka bukan hanya jadi objek komoditas pencitraan dan gimik dari Presiden Jokowi, atau bahkan politik pengalihan terhadap isu-isu penting lainnya, seperti isu Perppu KPK, BPJS, dan sebagainya,” terang Fatul.

Staf Khusus Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

“Bahkan banyak isu terkait kebijakan terhadap milenial yang banyak jadi catatan, misal tentang pertumbuhan ekonomi yang stagnan di tengah bonus demografi yang sedang terjadi, tingginya tingkat pengangguran terdidik, serta rasio utang terhadap PDB yang mencapai angka 36% sehingga jadi beban utang generasi karena tiap orang memiliki beban utang masing-masing 18 juta,” ucapnya.

Jokowi baru saja menunjuk tujuh staf khusus yang berlatar belakang milenial. Wakil Ketu Umum Partai Gerindra Fadli Zon menganggap mereka cuma pajangan.

"Cuma lipstik aja, pajangan aja lah itu," kata Fadli usai menghadiri acara bedah buku dan diskusi panel "PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965" di Gedung Lemhanas, Jakarta, Sabtu 23 November 2019.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini