nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernyataan Agnez Mo Tak Berdarah Indonesia Jangan Digoreng dan Dipolitisasi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 23:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 26 337 2134835 pernyataan-agnez-mo-tak-berdarah-indonesia-jangan-digoreng-dan-dipolitisasi-3bszVRRrev.jpg Agnez Mo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Penyanyi Agnes Monica atau Agnez Mo membuat pernyataan yang kontroversial. Agnez mengaku tak memiliki darah Indonesia saat diwawancarai media di Amerika Serikat. Sontak hal ini membuat heboh publik Tanah Air.

Kepala Staf Presiden Moeldoko pun turun mengomentari hal ini. Menurut dia, apa yang disampaikan Agnez Mo belum tentu menunjukkan ketidaknasionalismenya. Moeldoko juga meminta publik tidak menggoreng isu yang tidak-tidak terkait pernyataan Agnez Mo.

"Jadi jangan terus digoreng Agnez Monica enggak nasionalis. Menurut saya sih enggak," ucap Moeldoko di Gedung Bina Graha, Selasa (26/11/2019).

Agnez Mo.

Sementara Pengamat Politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo mengatakan, pernyataan Agnez Mo biasa saja, sehingga terlalu politis dan berlebihan jika publik meributkan statement tersebut.

"Ya saya kira statement Agnez Mo seperti itu ketika saya mendengar dan menonton videonya memang benar bahwa dia mengakui tidak ada darah Indonesia, yang mana dia menyampaikan bahwa dia berdarah Jerman, China dan Jepang, jadi saya juga membandingkan dengan Carlos M. Varon yang merupakan mantan pemain sepak bola Real Betis, dia juga tidak berdarah Indonesia tetapi sudah berwarga Negara Indonesia yang mana saat ini dia juga maju dalam kontestasi demokrasi sebagai calon Bupati Samosir," kata Edison.

Menurutnya, WNI adalah orang yang diakui oleh UU dan diberikan KTP, maka dia yakin bahwa Agnez Mo masih memiliki KTP Indonesia. Dia menduga keramaian ini terlalu politis dan berlebihan.

"Bagi saya ini merupakan sesuatu yang lebih pada sensivitas nasionalime kebangsaan kita, akibat ini saya berasumsi/berpendapat bahwa mungkin nasionalisme kita sudah ada pada ambang yang mengkhawatirkan. Pesan nasionalisme kita mungkin saja akan diekspoltasi oleh kepentingan-kepentingan tertentu pada ruang-ruang publik dan ruang-ruang politik,” ujarnya.

Seharusnya, kata Edison, masyarakat Indonesia harus lebih memperhatikan perilaku atau perbuatan yang berdampak pada nasionalisme kebangsaan, bukan hanya pada pernyataan yang menimbulkan interprestasi bebas.

"Dan atas dasar kejadian ini saya kira program sosialisasi 4 pilar kebangsan itu harus terus digalakan, bahkan harus terus digali format-format yang konkret dengan perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan atau pembentukan karate anak bangsa yang menunjang atau yang mengaktualisasi nasionalisme kebangsaan kita dalam realitas berbangsa dan bernegara. Sehingga bagi saya jangan kita mengukur nasionalisme seseorang dari statmen atau pernyataan saja, tetapi sebaiknya kita mengukurnya dari tindakan-tindakan dan perbuatan bagi bangsa ini," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini