nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kaget saat Tahu Annas Maamun Diberi Grasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 19:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 26 337 2134773 kpk-kaget-saat-tahu-annas-maamun-diberi-grasi-rt7VrbqjZr.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya memberikan respon kaget ketika mendengar adanya pemberian grasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada koruptor sekaligus mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

"Kami cukup kaget ketika mendengar informasi pemberian grasi terhadap Annas Maamun yang justru terlibat dalam sejumlah perkara korupsi yang ditangani KPK. Bahkan kasus korupsi yang dilakukan yang bersangkutan terkait dengan sektor kehutanan Yaitu, suap untuk perubahan kawasan bukan hutan untuk kebutuhan perkebunan sawit saat itu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Anas Maamun (Foto : Okezone.com)

Mengenai pemberian grasi itu, kata Febri, KPK baru menerima surat dari Lapas Sukamiskin sore ini. Pada pokoknya surat tersebut berisikan, meminta KPK melakukan eksekusi dan melaksanakan Kepres No. 23/G Tahun 2019 tanggal 25 Oktober 2019 tentang pemberian GRASI terhadap Annas Maamun.

Febri menyebut, pihaknya tetap menghargai keputusan dari Presiden Jokowi yang memberikan pengurangan satu tahun penjara dari total pidana 7 tahun bui Annas Maamum.

"KPK akan mempelajari surat yang dikirim oleh Lapas Sukamiskin tersebut," ucap Febri.

Sementara itu, Febri menuturkan pengembangan perkara korporasi. Selain itu, pengembangan penanganan perkara ini juga sedang berjalan.

Baca Juga : Pemberian Grasi ke Annas Maamun Dilatarbelakangi Faktor Kemanusiaan

Febri menyatakan, KPK telah menetapkan 3 tersangka baru pada 29 Maret 2019, yang terdiri dari sebuah korporasi dan dua perorangan, yaitu, PT. PS, SRT, Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014, SUD, Pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma

"Perlu kami pahami, korupsi yang terjadi di sektor Kehutanan memiliki akibat yang lebih besar terhadap hutan itu sendiri, lingkungan dan kepentingan publik untuk lingkungan yang sehat," tutur Febri.

Di sisi lain, Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto menjelaskan bahwa pengurangan masa tahanan satu tahun itu dilatarbelakangi faktor kemanusiaan.

"Berikut alasan pemohon an. H. Annas Maamun mengajukan grasi dengan alasan kepentingan kemanusiaan, berdasarkan Permenkumham no.49 tahun 2019 tentang tata cara permohonan grasi," kata Ade kepada Okezone, Jakarta.

Dalam pertimbangannya antara lain, Annas Maamun yang sudah berusia diatas 70 tahun. Mengingat, saat ini dia sudah menginjak umur 78 tahun dan menderita sakit berkepanjangan.

"Sebagaimana alasan yang disampaikan dalam surat permohonan grasinya sebagai berikut, karena usia 78 tahun sudah uzur, sakit-sakitan, sudah mulai renta, kesehatan sudah mulai menurun," tutur Ade.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini