BNPT Ungkap 4 Kriteria Orang Terpapar Paham Radikal

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 26 November 2019 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 337 2134712 bnpt-ungkap-4-kriteria-orang-terpapar-paham-radikal-PDmf2nQjHp.JPG

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap empat kriteria bahwa seseorang dapat dikatakan sebagai radikal. Keempat kriteria tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.

"Apa kriteria radikal. Kriteria radikal menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 disampaikan bahwa yang menjadi kriteria adalah pertama anti Pancasila, anti kebhinnekaan, anti NKRI, anti Undang-Undang Dasar 45," kata Kasubdit Pemulihan Korban BNPT, Rudi Widodo saat mengisi diskusi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2019).

Rudi menjelaskan, kenapa kemudian kelompok radikal tersebut anti terhadap Pancasila dan lebih memilih ideologi tertentu. Padahal menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara sudah disahkan oleh seluruh rakyat Indonesia juga oleh para pendiri bangsa.

"Mereka anti Pancasila, tidak mau negara Indoensia berdasarkan asas Pancasila. Tetapi maunya adalah mereka ingin mengubah negara Indonesia yang Pancasila menjadi negara khilafah," ungkap Rudi.

Kedua, mereka juga anti dengan kebhinekaan yang ada di Indonesia. Di mana kebhinnekaan sebagai suatu keragaman yang ada seharusnya bisa menjadi pemersatu, namun justru sebaliknya menolak perbedaan itu sendiri.

Ilustrasi Radikalisme

"Ketiga anti NKRI, mereka tidak mau menjadi negara kesatuan republik Indonesia. Maunya negara kesatuan republik Islam. Terakhir (Keempat) adalah undang-undang. Bahwa undang-undang yang sekarang ini ada dibuat oleh manusia, undang-undang dasar harus diganti dengan Alquran itu menurut dia orang yang tidak siap berbeda tadi," tambahnya.

Menurut dia, mereka yang masuk dalam kategori radikal adalah orang yang tidak senang menerima perbedaan, dan bukan dilihat dari segi penampilan.

"Tidak bisa ciri-ciri radikal itu dilihat dari pakaian, dari penampilan, tidak bisa. BNPT tidak pernah menyampaikan seperti itu. Pakaian itu adalah hak, apalagi untuk kaum muslim, mau dia mau cadar atau engga itu hak dia, hak masing-masing. Jadi, siapa yang radikal? Yaitu orang-orang yang tadi dijelaskan di kriteria," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini