nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri: Politik Indonesia Stabil Setelah 01-02 Bergabung, Tinggal 212 Saja

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 16:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 26 337 2134665 mendagri-politik-indonesia-stabil-setelah-01-02-bergabung-tinggal-212-saja-73rePXZKMD.jpg Mendagri Tito Karnavian memberi keterangan pers (Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, kondisi politik di Indonesia stabil setelah Pilpres 2019. Apalagi, capres nomor urut 01 Prabowo Subianto sudah rekonsiliasi dengan Joko Widodo alias kubu 02.

Hal itu disampaikan Tito saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke IV Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019)

"Politik Indonesia itu stabil sekarang, terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 saja," kata Tito sambit sedikit tertawa di atas podium.

 Jokowi dan Prabowo

Prabowo dan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan (Okezone.com/Fakhri)

Kelompok 212 yang dimaksud Tito adalah gabungan masyarakat yang pernah berunjuk rasa besar-besaran menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara jelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Alumni 212 pada 2 Desember nanti akan menggelar reuni akbar di Monas. Persaudaraan Alumni 212 yang pada Pilpres 2019 mendukung Prabowo kecewa karena capres jagoannya itu kini masuk kabinet Presiden Jokowi. Mereka menyatakan oposisi.

Tito mengatakan, dengan kondisi politik yang stabil, sejumlah investor sudah berniat menanam modal di Indonesia. Salah satunya dari Malaysia.

"Pengusaha Malaysia banyak yang berinvestasi di Indonesia. Ada beberapa, dua saya ketemu pengusaha yang cukup besar di sana, saya tanya, kenapa?” tutur Tito.

Kemudian pengusaha Negeri Jiran itu mendekati Tito dan bilang bahwa ingin Indonesia jadi prioritas dia untuk investasi.

Tito bertanya “kenapa enggak di Malaysia saja?”

“Waduh pak ya, politik masih enggak stabil nih, nanti yang menang siapa kita enggak ngerti nih, begitu," ujar Tito meniru jawaban pengusa Malaysia tersebut.

Pilpres 2019 sempat memanas karena ketatnya persaingan antara Jokowi dan Prabowo. Setelah sempat diwarnai aksi protes hasil Pemilu, Jokowi dan Prabowo akhirnya bertemu setelah Pilpres selesai.

Jokowi kemudian memberikan jabatan Menteri Pertahanan kepada Prabowo. Jokowi juga mengangkat Edhy Prabowo, kader Gerindra yang besut Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini