Fadli Zon Anggap Usulan 3 Periode Masa Jabatan Presiden Sangat Berbahaya

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 26 November 2019 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 337 2134649 fadli-zon-anggap-usulan-3-periode-masa-jabatan-presiden-sangat-berbahaya-ag77Bl6zcO.JPG Waketum Gerindra, Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Fadli Zon menilai wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia.

“Menurut saya usulan itu sangat berbahaya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Menurut dia, penambahan masa jabatan presiden tentu akan mengubah bentuk negara Indonesia. Dia meminta dalam wacana amandemen Undang-Undang Dasar 1945 tak perlu menyinggung masa jabatan presiden. Fadli hanya setuju mengenai amandemen hanya untuk menghidupkan haluan negara.

"Jadi sudahlah jangan bermain-main dengan itu, itu mungkin memori di tahun 63 dulu ingin jadi presiden seumur hidup, kan dulu pernah ada TAP MPR tentang presiden seumur hidup," tegasnya.

Karena itulah Fadli meminta agar tak bermain-main ihwal masa jabatan tersebut. Karena sejauh ini menurutnya dua periode masa jabatan sudah final.

“Saya kira sudah final, negara demokrasi cukup 2 periode selesai. Jangan ada mimpi mau 3 periode,” tukas Fadli.

Diwartakan sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani mengatakan bahwa dalam wacana amandemen UUD 1945 muncul wacana penambahan masa jabatan menjadi tiga periode. Adapun usulan itu datang dari fraksi partai NasDem.

“Ini ada yang menyampaikan seperti ini (penambahan masa jabatan-red), kalau tidak salah mulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem. Tentu kita harus tanyakan kepada yang melayangkan secara jelas apa,” ungkap Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Namun Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet memaparkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum pernah membahas wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dalam amandemen UUD 1945.

“Sampai detik ini kita belum pernah membahasnya. Jadi terkait dengan wacana jabatan presiden tiga kali sampai detik ini kita belum pernah membahasnya baik ditingkat pimpinan maupun di partai,” kata Bamsoet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini