KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Suap Impor Bawang Putih Elviyanto

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 26 November 2019 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 337 2134606 kpk-minta-hakim-tolak-praperadilan-tersangka-suap-impor-bawang-putih-elviyanto-XLDL6fSEV3.jpg Gedung KPK. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Sidang gugatan praperadilan tersangka kasus suap impor bawang putih, Elviyanto, terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan agenda pemberian jawaban dari KPK kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa (26/11/2019).

Dalam jawabannya di persidangan, KPK berkesimpulan alasan yang digunakan tidak tepat dan menolak gugatan praperadilan Elviyanto

"Termohon berkesimpulan bahwa semua dalil-dalil yang dijadikan alasan pemohon adalah tidak benar dan keliru. Oleh karena itu termohon memohon kepada hakim pengadilan untuk memeriksa mengadili dan memutus perkara prapradilan ini," kata Tim Biro Hukum KPK, Firman saat membacakan jawaban dalam persidangan.

Dalam eksepsinya, KPK juga menilai Elviyanto tidak memiliki kualifikasi dalam mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Orang yang berhak mengajukan praperadilan bukan pemohon, melainkan I Nyoman Dhamantra," tuturnya.

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti OTT suap impor bawang putih dengan tersangka I Nyoman Dhamantra. (Foto : Heru Haryono/Okezone)Penyidik KPK menunjukkan barang bukti OTT suap impor bawang putih dengan tersangka I Nyoman Dhamantra. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

KPK juga mengatakan, permohonan praperadilan yang diajukan telah masuk dalam pokok perkara sehingga tidak tepat dilakukan atau keliru. Permohonan juga dinilai terlalu prematur.

"Apabila dalil itu dicermati sudah masuk pokok perkara harusnya disampaikan pada pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi," ucapnya.

Adapun dalam pokok perkaranya KPK juga menilai penangkapan, penahanan, serta penyitaan terhadap Elbiyanto sah dilakukan. "Menyatakan seluruh tindakan termohon dalam penyidikan perkara a quo (tersebut) adalah sah dan berdasar hukum serta mempunyai kekuatan mengikat," katanya.

Diketahui sebelumnya tim pengacara Elviyanto mengajukan gugatan praperadilan pada KPK agar status penetapan tersangkanya tidak sah.

Tim pengacara Elviyanto, Desy Biki mengatakan pihaknya keberatan atas penetapan tersangka kepada kliennya itu karena belum pernah diperiksa sebagai calon tersangka dalam proses penyidikan.

Baca Juga : KPK Periksa Sekjen DPR Terkait Kasus Impor Bawang Putih

"Menyatakan tidak sah menurut hukum tindakan termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," tuturnya, Senin, 25 November 2019.

Baca Juga : KPK Kembali Periksa Putri Kandung Nyoman Dhamantra Terkait Suap Impor Bawang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini