Istana Anggap Kritikan Fadli Zon Sebagai Hiburan dari Senayan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 25 November 2019 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 337 2134348 istana-anggap-kritikan-fadli-zon-sebagai-hiburan-dari-senayan-t2yjkpNOlA.jpg Pramono Anung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seskab Pramono Anung menganggap pernyataan anggota DPR Fadli Zon yang mengatakan Stafsus milenial Presiden Jokowi sebagai pajangan belaka sebagai hiburan dari Parlemen.

Sebelumnya Waketum Gerindra itu mengkritik pedas penunjukan tujuh stafsus milenial Jokowi. Pasalnya, ia tak yakin ketujuh stafsus tersebut bisa banyak berkontribusi dalam membantu Presiden menjalankan tugasnya. Ia justru menilai langkah Jokowi memilih kaum milenial sebagai staf khususnya hanya sebagai pencitraan.

"Terus terang kita kangen kalau Pak Fadli enggak bilang itu. Jadi kita anggap saja itu hiburan dari Senayan untuk Pak Presiden dan buat kami semua dari Pak Fadli," kata Pramono di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Pramono

Baca juga: Fadli Zon Sebut Ada Potensi Ancaman di HUT OPM 1 Desember

Pramono memastikan bahwa pemilihan Stafsus Presiden merupakan pilihan Jokowi sendiri. Stafsus milenial Jokowi berada di bawah Sekretariat Kabinet.

"Sehingga dengan demikian mereka yang masih mempunyai usaha di tempat usahanya tetap diminta mengembangkan usahanya. Yang masih belajar ya silakan belajar," paparnya.

Politisi PDIP itu menuturkan, Jokowi memilih Stafsus dari kalangan milenial lantaran ingin anak muda bertalenta bisa mendapat tempat di pemerintahan.

"Yang pinter yang membawa perubahan karena memang yang dihadapi oleh bangsa ini berbeda dengan apa yang akan kami alami. Jadi Pak Jokowi, kami-kami ini yang umur di atas 50, sementara Indonesia akan menjadi bangsa besar, menjadi 10 kekuatan ekonomi dunia atau 5 kekuatan ekonomi dunia," imbuhnya.

Menurut Pramono, anak-anak muda harus dipersiapkan sedini mungkin dalam memimpin jalannya pemerintahan, mulai dari cara pengambilan keputusan hingga birokrasi di pemerintahan.

"Sekarang aja mereka sudah diberikan tugas oleh Presiden untuk beberapa hal yang nggak perlu kemudian harus di kantor membuat laporan. Sekarang kan era digital. Era yang sangat dinamis sekali. Jadi mereka sudah mulai bekerja. Dan tidak ada intervensi politik. Intervensi politik apa wong Presiden yang milih kok," pungkasnya.

(edi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini