Kader Golkar Dilarang Main Dua Kaki

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 25 November 2019 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 337 2134327 kader-golkar-dilarang-main-dua-kaki-xl4KX95lOi.jpg ilustrasi

JAKARTA - Ketua I DPD Golkar Tingkat I Maluku, Said Assagaff mengatakan seluruh kader Partai Golkar harus memiliki loyalitas yang tinggi dan komitmen dalam pilihan politik.

“Dari pengalaman saya berpolitik, tak baik bermain dua kaki, apalagi di Partai Golkar tercinta ini. Kita harus loyal, komitmen dan terus konsisten," kata Said Assagaf, Senin (25/11/2019).

Said Assagaf (Foto : Istimewa)

Dia menyatakan dalam dunia politik, etika dan kesantunan harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Hal itulah yang menurutnya jadi kekuatan dari Airlangga Hartarto, selaku Ketua Umum Partai Golkar.

"Pak Airlangga memiliki etika politik yang baik. Kami di daerah sangat merasakannya. Belum lagi bicara soal kinerja atau keberhasilannya dalam memimpin Partai Golkar selama dua tahun terakhir ini," kata Said Assagaff yang juga Gubernur Maluku 2014-2019.

"Kami dari DPD Tingkat I Maluku dan 11 DPD Tingkat II sejak bulan Juli lalu sudah menyampaikan kebulatan tekad kepada Pak Airlangga. Kami semua akan mendukung beliau di Munas Golkar nanti. Sikap kami tak pernah berubah," imbuhnya.

Dijelaskanya, saat Rapimnas 14-15 November, perihal dukungan dari 12 suara Golkar se-Maluku juga disampaikan melalui pandangan umum DPD Tingkat I. "Semua DPD Tingkat I waktu itu menyampaikan dukungannya kepada Pak Airlangga. Tidak ada yang tidak. Mestinya itu menjadi bukti kuat bahwa seluruh daerah menghendaki Pak Airlangga bisa dipilih secara aklamasi di Munas nanti," tuturnya.

Baca Juga : Istana Jawab Kabar Mahar Menteri Senilai Rp500 Miliar

Said pun merasa senang dan bangga karena saat Rapimnas itu semua tokoh Golkar senior hadir, sehingga menjadi bukti dukungan mereka kepada Airlangga. "Kita bangga Golkar bisa seperti itu," ujar Said Assagaff.

Menurut dia, pilihan DPD Tingkat I juga mencerminkan pilihan DPD Tingkat II. "DPD Tingkat II itu kan langsung di bawah DPD Tingkat I. Jadi mestinya diikuti saja. Semua harus tunduk," kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini