Tak Terima Dilerai, Anggota Polisi dan 2 Warga Tewas Ditikam Penjudi

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 25 November 2019 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 337 2134284 tak-terima-dilerai-anggota-polisi-dan-2-warga-tewas-ditikam-penjudi-6ScP0GO4QI.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Seorang anggota polisi La Ode Saifuddin meninggal dunia saat melerai perkelahian antara penjudi sabung ayam di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, peristiwa itu bermula dari kegiatan sabung ayam yang diikuti oleh dua penjudi yakni La Bomba dan La Darno. Dalam judi tersebut keduanya tidak ada yang menang alias seri.

Kemudian salah seorang penjudi yaitu La Bomba melemparkan ayamnya yang masih memakai pisau dikaki kepada La Darno sehingga mengalami luka. Namun La Darno tidak bereaksi apa-apa setelah dilempar ayam tersebut.

"Karena La Darno tidak melakukan reaksi, La Bomba semakin emosi dan mencabut badiknya kemudian mengancam La Darno," kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (25/11/2019).

 Mayat

Disaat keduanya terlibat keributan, seorang anggota polisi bernama La Ode Syaifuddin melintas dan berusaha untuk melerai kedua penjudi itu. Nahasnya La Ode tak mampu melerai perselisihan itu dan justru ditikam yang diduga dilakukan oleh La Bomba hingga meninggal dunia.

"1 orang kepolisian bernama La Ode Syaifuddin meninggal dunia," tutur Argo.

Tak hanya itu, lanjut Argo, aksi perselisihan keduanya juga memakan korban dua orang warga hingga meninggal dunia karena senjata tajam, yakni Saharuddin dan Samiruddin.

"Masyarakatnya dua orang itu atas nama Saharuddin dan Samiruddin juga meninggal dunia, dan 1 warga yang luka berat yaitu atas nama Damalia," tambahnya.

Adapun saat ini, kata Argo, situasi kericuhan itu sudah kondusif setelah Kapolres dari Kepulauan Sula hadir di lokasi untuk menenangkan warga di sana. Polisi juga telah mengamankan pelaku penikaman serta mengumpulkan barang bukti.

"Tentunya dari Polres yang akan melakukan penyidikan penyelidikan tentunya di backup oleh Polda Maluku Utara," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini