Megawati Soekarnoputri Terima Anugerah Kehormatan dari BMKG

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 25 November 2019 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 337 2134273 megawati-soekarnoputri-terima-anugerah-kehormatan-dari-bmkg-NpEp4rW2lk.jpg Foto: Okezone.com/Fardi

JAKARTA - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menerima anugerah kehormatan 'Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Kemanusiaan dan Lingkungan' dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, penganugerahan yang diberikan kepada Ketua Umum PDIP ini tidak luput dari jasa beliau dalam mendukung modernisasi BMKG untuk kemanusiaan dan lingkungan jika melihat kilas balik pada tahun 2002 lalu, kapasitas BMKG saat itu masih sangat terbatas dari fasilitas untuk observasi analisis dan penyebarluasan informasi serta sumber daya manusianya.

"Semua lompatan kemampuan itu tak mungkin terjadi bila bukan karena peran Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI Kelima," katanya kepada wartawan di Gedung BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Berkat Megawati, BMKG saat ini akan segera mampu memberi peringatan dini tsunami paling lama 2 menit atau 120 detik setelah gempa terjadi. Namun, pada 2004 lalu saat bencana tsunami di Aceh dan Nias terjadi, kemampuan BMKG adalah dua jam alias 7.200 detik.

"Di sinilah Ibu Megawati menunjukkan betapa nilai-nilai kemanusiaan bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi pertimbangan utama dalam membuat keputusan," ujarnya.

 Megawati

Dari situlah, Megawati segera membuat Keputusan Presiden nomor 46 dan nomor 48 tahun 2002. BMKG lalu diubah menjadi lembaga pemerintahan nondepartemen yang artinya langsung di bawah presiden yang sebelumnya dibawah Dinas Perhubungan.

"Keputusan Ibu Megawati mengeluarkan keppres ini jadi tonggak penting BMKG menjadi seperti saat ini. Peran BMKG jadi lebih berdaya mendukung pembangunan nasional dengan layanan informasi," kata dia.

Saat ini, BMKG memasuki modernisasi tahap II seperti dirancang sejak awal oleh Pemerintahan era Megawati itu. Tujuannya demi meningkatkan kehandalan layanan meteorologi dan geofisika untuk masyarakat.

Dengan pemberian anugerah ini, kata Dwikorita, pihaknya ingin menyebarluaskan magnet citra kepeloporan berlandaskan nilai kemanusiaan yang dipancarkan oleh Megawati.

"Semoga aura kepeloporan dan spirit yang Ibu Megawati pancarkan dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Donny Moenardo juga menyampaikan pernyataannya di acara itu. Keduanya sama-sama menekankan arti penting perhatian Megawati yang sejak awal ingin membawa Indonesia mampu menghadapi berbagai ancaman bencana yang ada.

Sebab Indonesia memang berada di area cincin api Pasifik (Pacific Ring of Fire) yang membuat seluruh wilayah Indonesia memang rawan bencana gempa alam, tsunami, dan banjir.

"Semoga kita semakin maju dan handal dalam memperkuat kemampuan nasional dalam menghadapi kebencanaan," tutup Donny.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh sejumlah petinggi negara. Diantaranya adalah Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Riset Bambang Soemantri Brodjonegoro, Mentero Sosial Juliari Batubara, dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

Sementara Megawati didampingi sejumlah pengurus PDI Perjuangan. Antara lain Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini dan Ribka Tjiptaning.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini