Mantan Direktur Keuangan AP II Bersaksi di Sidang Suap Proyek Antar BUMN

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 25 November 2019 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 337 2134271 mantan-direktur-keuangan-ap-ii-bersaksi-di-sidang-suap-proyek-antar-bumn-3aNFMZjeTh.jpg Mantan Direktur Keuangan AP II Bersaksi di Sidang Suap Proyek Antar BUMN di Tipikor Jakarta (foto: Okezone/Arie DS)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan pengerjaan proyek Baggage Handling System (BHS) yang menyeret dua perusahaan BUMN yakni, PT Angkasa Pura (AP) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) untuk terdakwa Andi Nur Taswin. Sidang lanjutan hari ini masih beragendakan pemeriksaan saksi.

Dalam persidangan hari ini, Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT AP II Andra Y Agussalam sebagai saksi untuk diklarifikasi sejumlah hal. Andra sendiri merupakan tersangka dalam perkara ini.

Baca Juga: 2 Direktur Angkasa Pura II Dipanggil KPK Terkait Suap Proyek Antar BUMN 

Dalam kesempatan itu, Andra Y Agussalam menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak mengetahui jika PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) mendapatkan proyek semi Baggage Handling System (BHS). Menurut Andra, ia hanya sekadar mengenal eks Dirut PT INTI, Darman Mappangara. 

"Waktu pertama kali bertemu belum, pada awal 2018 belum (mendapat proyek)," kata Andra saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2019).

Meskipun pada akhirnya PT INTI menjadi penggarap proyek pengadaan BHS, kata Andra, hal itu sudah sesuai dengan payung hukum yang berlaku. Ia pun menekankan bahwa tidak ada arahan dari Dirut PT AP II, Muhammad Awaludin agar PT INTI memenangkan proyek tersebut

"Tidak pernah ada arahan dari Pak Dirut AP2 agar PT INTI mendapat proyek di AP2. Memang sinergi, tapi harus mendapat persyaratan masing-masing unit harus mendapat sinerginya," terang Andra.

Oleh karena itu, Andra menyatakan bahwa pekerjaan proyek semi BHS yang digarap oleh PT INTI sesuai dengan sinergi antar BUMN. "Enggak pernah kawal, kita tidak bantu INTI, ini kan sesuai proses lelang," jelas Andra.

Sekadar informasi, Andi Nur Taswin merupakan orang kepercayaan Darman Mappangara. Andi didakwa sebagai pihak perantara uang suap dari mantan Dirut PT INTI Darman Mappangara kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah Agussalam. Adapun uang yang diberikan sebesar 71 ribu dolar AS dan 96.700 dolar Singapura.

Baca Juga: Di Persidangan, Dirut AP II Sebut Tak Pernah Arahkan Pemenang Pekerjaan Proyek 

Pemberian uang ditujukan untuk mengupayakan PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS) di Kantor Cabang PT Angkasa Pura II antara PT Angkasa Pura Propertindo dan PT INTI.

Atas perbuatannya, Andi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini