Riset Setara: Pelanggaran Kebebasan Beragama Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 24 November 2019 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 24 337 2133823 riset-setara-pelanggaran-kebebasan-beragama-paling-banyak-terjadi-di-pulau-jawa-1rhJv2l5sJ.jpg Setara Institute memaparkan hasil riset pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia (Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Setara Institute memaparkan hasil riset longitudinal terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, dalam 12 tahun terakhir pelanggaran paling banyak ditemukan di provinsi yang ada di Pulau Jawa; DKI Jakarta hingga Jawa Timur.

Jawa Barat berada di peringkat pertama provinsi dengan pelanggaran kebebebasan beragama terbanyak dalam 12 tahun terakhir versi riset Setara Institute.

“Untuk di Jawa Barat total peristiwa ada 629. Kalau kita mau cek perbandingannya, Jawa Barat selalu yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir dia yang tertinggi,” kata Direktur Riset Setara Institute Halili dalam diskusi bertajuk 'Pemajuan Toleransi di Daerah: Input untuk Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri' di Ibis Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).

Baca juga: Setara: Jawa Barat Provinsi dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Terbanyak

Setelah Jawa Barat, posisi kedua pelanggaran beragama paling banyak menurut Setara Institute adalah DKI Jakarta dengan total peristiwa ada 291; kemudian Jawa Timur 270 peristiwa; Jawa Tengah 158 peristiwa.

 Ilustrasi

Peringkat lima dan enam di duduki provinsi di luar Pulau Jawa. Adalah Aceh dengan 121 perisitiwa dan Sulawesi Selatan 112 peristiwa. "Sumatera Utara 106, Sumatera Barat 104, Banten 90 dan Nusa Tenggara Barat 76," ujar Halili.

Baca juga: 182 Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi Sepanjang 2016

Sementara komposisi 10 provinsi dengan peristiwa tertinggi terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan, menurut Setara Institute, mengalami sedikit perubahan dalam masa lima tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Dalam lima tahun terakhir, lima teratas enggak berubah tapi DI Yogyakarta masuk, Banten naik dan Sumatera Utara turun. NTB keluar dari 10 besar, ini membuktikan bahwa dalam lima tahun terakhir sebenarnya ada perbaikan dari berbagai visi," terang Halili.

Dalam lima tahun terakhir, provinsi dengan peristiwa tertinggi terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan masih Jawa Barat dengan angka 162 peristiwa. Disusul dengan DKI Jakarta yang ada diperingkat kedua dengan sebanyak 113 peristiwa.

Lalu ada Jawa Timur sebanyak 98;Jawa Tengah sejumlah 66 dan Aceh sebanyak 65. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 37 peristiwa; Banten 36 peristiwa; Sumatera Utara 28 peristiwa; Sulawesi Selatan 27 peristiwa dan Sumatera Barat 23 peristiwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini