nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Bantuan ke Interpol Dipermasalahkan, Ini Jawaban KPK soal Sjamsul Nursalim

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 09:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 24 337 2133739 permintaan-bantuan-ke-interpol-dipermasalahkan-ini-jawaban-kpk-soal-sjamsul-nursalim-kb3uTMLaH5.JPG Juru Bicara KPK, Febri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim kuasa hukum Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail mempermasalahkan langkah ‎hukum yang diambil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah hukum tersebut yakni terkait permintaan bantuan KPK ke Interpol untuk mencari dan menangkap Sjamsul Nursalim beserta istrinya, Itjih Nursalim.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menanggapi santai respon dari tim kuasa hukum Sjamsul Nursalim tersebut. Febri justru menyinggung ketidakkooperatifan Sjamsul Nursalim dalam sejumlah panggilan pemeriksaan penyidik KPK.

"Red-notice belum diterbitkan ya. karena bukan kewenangan KPK untuk terbitkan dan cantumkan seseorang dalam daftar red-notice tersebut. Yang sudah dilakukan KPK adalah, kami terbitkan DPO. Karena sudah berkali-kali dipanggil secara patut ke sejumlah alamat dan diumumkan juga di KBRI tetapi yang bersangutan tak datang," kata Febri saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/2019).

Febri menjelaskan bahwa Sjamsul Nursalim dan istrinya sudah berulang kali mangkir alias tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan baik saat proses penyelidikan maupun ketika sudah ditetapkan sebagai tersangka. Oleh karenanya, KPK mengambil langkah hukum menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atasnama Sjamsul Nursalim dan istrinya.

KPK

Baca Juga: KPK Minta Bantuan Interpol Tangkap Buronan Kasus SKL BLBI Sjamsul Nursalim & Istrinya

Tak hanya itu, KPK juga telah menyurati‎ National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia ‎untuk turut membantu menangkap ‎tersangka sekaligus buronan dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) terhadap obligor BDNI tersebut.

Permintaan bantuan itu dilakukan KPK lantaran Sjamsul Nursalim dan istrinya dikabarkan sudah menetap di Singapura. Kedepan, kata Febri, KPK dan Interpol akan membahas lebih lanjut terkait kerjasama untuk mencari dan menangkap Sjamsul Nursalimyang disebu-sebut sedang berada di Singapura.

"Jadi KPK dapat bekerja sama ditahap penyidikan dengan interpol atau organisasi terkait untuk kebutuhan penangan perkara," ujarnya.

Febri menjawab diplomatis saat disinggung soal langkah jempu‎t paksa Sjamsul Nursalim dan istrinya. Ia meminta lebih baik Sjamsul Nursalim datang ke KPK untuk diklarifikasi serta diperiksa terkait kasus yang menyeretnya.

"Sebenarnya kalau punya itikad baik, ketika dipanggil oleh KPK itu datang saja ke Indonesia dan kalau yakin memiliki bukti tidak melakukan perbuatan korupsi, silahkan perlihatkan saja pada penyidik. pasti kami pelajari lebih lanjut," katanya.

Dalam perkara ini, Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini