Makam Keramat Plangon dan Legenda "Mati Dempet" Sejoli Cabul

Fathnur Rohman, Okezone · Minggu 24 November 2019 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 24 337 2133718 makam-keramat-plangon-dan-legenda-mati-dempet-sejoli-cabul-3FDWhHCVD2.jpg Situs Keramat Plangon Cirebon (Foto: Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Kabupaten dan Kota Cirebon merupakan salah satu daerah tertua di Jawa Barat. Daerah yang berjuluk 'Kota Wali' ini memiliki banyak sekali tempat bersejarah. Biasanya, tempat-tempat bersejarah tersebut dikeramatkan oleh masyarakat sekitar.

Jika sebuah tempat ada yang sudah dikeramatkan, maka tidak jarang tempat tersebut akan dianggap menyimpan kisah-kisah berbau mistis. Salah satu diantaranya adalah objek wisata Situs Plangon.

Situs Plangon merupakan objek wisata sejarah yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di tempat ini terdapat dua buah makam tokoh Cirebon, yakni makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Dengan adanya kedua makam tersebut, akhirnya membuat masyarakat sekitar mengkramatkan Situs Panongan. Selain itu, di Situs Panongan juga terdapat ratusan ekor kera yang dipercaya sudah ada sejak lama di sana.

Plangon

Sangking angkernya situs ini, berhembus sebuah kabar tentang sepasang kekasih, yang mengalami 'dempet' atau 'gancet', setelah melakukan hubungan intim di Situs Plangon. Informasi tersebut kemudian menyebar dari mulut ke mulut hingga membuat heboh masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Fenomena 'gancet' sendiri ialah keadaan di mana penis terjepit di dalam vagina ketika berhubungan intim.

Kebenaran dari cerita di atas hingga kini belum diketahui dan masih menjadi misteri. Berangkat dari hal tersebut, Okezone pun mencoba menelusuri serta mencari tahu, fakta-fakta dibalik cerita tersebut.

Salah seorang warga Cirebon yang ditemui Okezone, bernama Rizki Hidayat mengaku, bahwa dirinya sempat mendengar kabar tentang adanya sepasang kekasih yang mengalami 'gancet', setelah melakukan hubungan intim di Situs Panongan. Namun, ia sendiri tidak mengetahui secara pasti mengenai cerita tersebut.

Plangon

"Saya dulu pernah dengar cerita itu. Kalau tidak salah, waktu itu saya masih SMP. Saya sebatas pernah dengar saja ceritanya," kata Rizki saat berbincang dengan Okezone.

Di tempat yang berbeda, seorang warga Cirebon bernama Lela berpendapat, jika kejadian 'gancet' yang dialami sepasang kekasih pada saat itu terjadi, karena mereka melakukan perilaku yang tidak senonoh di tempat keramat. Menurutnya, hal tersebut merupakan hukuman atas perbuatan mereka.

"Sepertinya itu gara-gara berbuatnya di tempat keramat. Kan, Mereka enggak mengghormati penghuni di sana, " tutur Lela.

Mendengar jawaban Lela, Okezone pun berinisiatif untuk mendatangi lokasi Situs Panongan tersebut. Di sana, Okezone berusaha menemui Kuncen Situs Panongan, agar bisa mendapatkan informasi lebih rinci terkait cerita mistis tersebut.

Keberadaan Kerajaan Jin di Sekitar Situs Plangon

Okezone berkesempatan mendatangi Situs Plangon. Saat pertama kali menjejakan kaki di sana, sebuah gapura dan ratusan anak tangga nampak terlihat. Suasananya begitu sepi, hanya ada beberapa pengunjung yang datang. Beberapa warung di Situs Panongan juga banyak yang tutup.

Ada satu warung yang buka. Di warung tersebut, seorang ibu-ibu sekira berusia 50 tahunan sedang asyik duduk dan bercengkrama dengan para pengunjung. Saat didekati sembari diajak berbincang, si ibu ini kemudian mempersilahkan duduk.

Si ibu ini enggan disebutkan namanya, tapi ia bersedia bercerita mengenai beberapa hal tentang Situs Plangon yang ia ke tahui. Pada saat itu, Kuncen Situs Plangon memang sedang tidak berada di tempat, karena ada keperluan lain.

Diakui oleh si ibu, bahwa dirinya merupakan warga yang tinggal di dekat Situs Plangon. Selama 20 tahun ia tinggal di tempat tersebut, kejadian-kejadian mistis memang sering kali terjadi. Hal tersebut disebabkan, karena di dekat Situs Plangon terdapat sebuah lokasi yang dipercaya sebagai tempat berdirinya kerajaan jin.

Plangon

Tempat tersebut, menurutnya disebut sebagai Batu Kursi. Ia menjelaskan, banyak terjadinya kecelakaan lalulintas yang merenggut korban jiwa, setelah Batu Kursi itu dipecah dan dirusak oleh salah seorang warga. Ia mengungkapkan, jika dipikir secara logika, kecelaakaan harusnya terjadi di tikungan tajam di dekat gapura Situs Plangon. Namun, pada kenyataannya justru kecelakaan sering terjadi di dekat tikungan di sebelah Batu Kursi. Padahal, tikungan tersebut tidak terlalu tajam.

"Itu Batu Kursi dipercaya sebagai kerajaan siluman. Banyak kecelakaan. Mereka biasanya digangguin, kadang katanya ada anak kecil nyebrang atau jalannya seolah-olah di buat lurus. Kiai di sini aja udah angkat tangan. Tiap bulan Mulud minta tumbal," terangnya.

Saat disinggung mengenai kabar tentang, cerita sepasang kekasih yang mengalami 'gancet' setelah berhubungan intim di Situs Plangon, si ibu tersebut secara tegas mengatakan, bahwa itu hanya kabar bohong semata. Pasalnya, kejadian seperti memang belum pernah terbukti kebenarannya.

"Gak pernah. Selama saya di sini gak pernah lihat. Itu orang gelo aja kali, buat kabar-kabar seperti itu," sambungnya.

Si ibu tersebut kemudian menyuruh untuk bertanya langsung kepada si Kuncen Situs Plangon. Keesokan harinya, Okezone berkesempatan untuk bertemu Kuncen Situs Plangon. Ia bernama Hasan.

Hasan menjelaskan, bahwa kisah tersebut adalah bohong dan tidak pernah terjadi. Menurutnya, kisah itu mungkin sengaja dibuat-dibuat oleh para pengunjung yang datang ke Situs Plangon.

Lebih lanjut Hasan menuturkan, Situs Plangon merupakan tanah yang dimiliki oleh Keraton Kanoman. Di Situs Panongan ini, memang dijadikan sebagai tempat wisata dan ziarah.

"Itu tidak pernah terjadi. Kabar bohong saja. Itu hanya isu. Di sini hanya untuk wisata dan ziarah saja," tegasnya.

Dirinya menambahkan, kalau kejadian kecelakaan yang sering terjadi di Batu Kursi, menurtnya itu adalah kehendak dari Tuhan dan memang sudah takdirnya.

"Itu kehendak saja dari Allah, " tambahnya singkat.

Hingga kini, kabar tentang "Gancet" tersebut masih belum bisa dibuktikan. Namun, kabar tersebut sukses untuk menjaga situs keramat tersebut dari kasus asusila para remaja tanggung. Alhasil, tempat keramat tersebut hingga kini tetap suci, dan jauh dari tangan dan perbuatan jahil remaja yang tak bertanggung jawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini