Ryamizard Akan Lawan jika Ada yang Ingin Singkirkan Pancasila

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 23 November 2019 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 23 337 2133539 ryamizard-akan-lawan-jika-ada-yang-ingin-singkirkan-pancasila-zq8P2vj2ya.jpg Ryamizard Ryacudu (foto: istimewa)

JAKARTA - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah dalang, dan pelaku kudeta dalam G30S/1965. Ia pun menantang pihak yang tidak menganggap PKI sebagai dalang kudeta untuk adu data.

Hal itu dikatakan Ryamizard dalam acara bedah buku dan diskusi panel "PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965" di Gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019). Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan Bela Negara dan Yayasan Masyarakat Peduli Sejarah (YMPS).

"Jadi sudah jelas dalangnya. Mau diapain lagi? Kalau sudah jelas, kita kumpul saja di sini, yang bilang nggak jelas, kita kumpul di sini, adu data, kalau sudah kalah ya sudah. Tapi tidak ketemu-ketemu ini. Ke depan kita kumpulkan saja mana yang benar," ucap Ryamizard.

 Baca juga: Anies: Ancaman Penggantian Ideologi Pancasila ke Komunis Itu Nyata

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) memiliki tanggung jawab untuk menjaga bangsa ini dari berbagai ancaman dan rongrongan. Ia pun mengingatkan agar semua pihak waspada dengan proxy war.

"Proxy war semakin terstruktur, sistematis dan masif yang berupaya merubah ideologi Pancasila dan memecah belah NKRI. Ancaman ini berbentuk kekuatan soft power yang berupaya merusak landasan moral dan jati diri bangsa," tukasnya.

 Baca juga: Survei SMRC soal Partai Gerindra Mobilisasi Isu PKI, Prabowo Subianto: Saya Tidak Tahu, Tidak Ada

Tujuan proxy war negatif itu bertujuan untuk membelokkan pemahaman ideologi Pancasila melalui ideologi asing. Ryamizard menegaskan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bangsa Indonesia.

"Kalau di sini hanya satu, Pancasila, nggak ada ideologi lain selain itu. Yang memaksakan Pancasila disingkirkan akan berhadapan dengan kita semua. Kanan atau kiri. Kita harus waspadai," pungkas Ryamizard.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini