nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Din Syamsuddin: Cari Akar Masalah Intoleransi dengan Dialog

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 23 November 2019 06:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 23 337 2133477 din-syamsuddin-cari-akar-masalah-intoleransi-dengan-dialog-x3mf3INXOx.jpg Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengimbau masyarakat yang mempunyai perbedaan latar belakang suku, ras, dan agama untuk menyelesaikan gejala intoleransi yang muncul melalui jalan dialog. Ia meyakini cara itu dapat membangun kehidupan berbangsa dengan harmonis.

“Bahwa ada gejala fakta intoleransi iya, kita tidak menutup-nutupi. Terhadap gejala dan gelagat intoleransi, sebaiknya kita cari akar permasalahan dengan dialog,” ujar Din seperti dikutip dari iNews.id, Sabtu (23/11/2019).

Din memandang Indonesia sebagai bangsa yang majemuk tetap relatif dapat membangun kehidupan kebangsaan secara harmonis dan rukun. Din pun tidak menutup-nutupi fakta adanya gejala-gejala intoleransi di tengah masyarakat.

Namun, ia yakin, sebagai bangsa yang besar, Indonesia yang terbentuk dari kemajemukan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, suku, dan agama dapat mengembangkan dan menampilkan kehidupan yang rukun melalui dialog. Dia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencari akar permasalahan dari gejala-gejala intoleransi yang muncul melalui dialog.

Menurutnya, Indonesia memiliki nilai-nilai dasar yang disepakati oleh para pendiri bangsa yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang berfungsi merajut kebersamaan dalam kemajemukan. Selain itu, Din juga yakin bahwa agama-agama yang berkembang di Indonesia mengajarkan ajaran toleransi seperti moderasi.

“Dengan kekuatan dialog tadi mari kita ajak duduk bersama, (tanyakan) ‘mengapa Anda tidak toleran terhadap pemeluk agama lain?’ Sementara agama masing-masing mengajarkan toleransi,” katanya.

Kemudian, lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi yang banyak dibentuk di Indonesia juga didirikan dengan tujuan untuk mencapai dialog antaragama. Oleh karena itu, Din optimistis Indonesia akan kerap menghadapi ancaman gangguan terhadap kemajemukan dengan terus menjaganya melalui upaya dialog untuk mencari akar permasalahan dan sekaligus menyelesaikannya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini