nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Kudus Non-aktif Segera Disidang Terkait Suap Jual-Beli Jabatan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 20:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 337 2133387 bupati-kudus-non-aktif-segera-disidang-terkait-suap-jual-beli-jabatan-k5hBBuNxou.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Bupati Kudus non-aktif, Mohammad Tamzil (MTZ) dan staf khususnya, Agus Soeranto (ATO) akan segera disidang, terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus tahun 2019. Hal itu sejalan dengan dilimpahkan berkas penyidikan Tamzil dan Agus ke tahap penuntutan pada hari ini.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tahap 2 untuk tersangka MTZ (Bupati Kudus periode 2018-2023) dan ATO (Staff Khusus Bupati Kudus)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2019).

 Baca juga: Praperadilan Terhadap KPK Ditolak, Bupati Kudus Akan Ikuti Aturan Hukum

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan keduanya. Rencananya, Tamzil dan Agus akan disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Semarang setelah surat dakwaan rampung dibuat tim Jaksa pada KPK.

"Rencana sidang akan dilakukan di PN Semarang," ujarnya.

Sejauh ini, KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap 85 saksi yang terdiri dari unsur Plt Bupati Kudus, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kudus, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan Dan Olah Raga Kudus.

 Baca juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Bupati Kudus terhadap KPK

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Rektor Universitas Muria Kudus, Anggota DPRD Kudus, Direktur Utama PDAM Kudus, serta Wiraswasta.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Kudus non-aktif, Mohammad Tamzil sebagai tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus. Tamzil ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Staf Khusus (Stafsus) Tamzil, Agus Soeranto dan Plt Sekdis DPPKAD Kudus, Akhmad Sofyan.

Akhmad Sofyan diduga telah menyuap Tamzil untuk mendapatkan jabatan di lingkungan Pemkab Kudus. Akhmad memberikan suap sebesar Rp250 juta untuk mendapatkan jabatan kepada Tamzil melalui Uka Wisnu Sejati yang merupakan Ajudan Bupati Kudus ‎dan Agus Soeranto.

Uka Wisnu kemudian mengambil Rp25 juta yang dianggap sebagai jatah perantara. Sisa uang Rp250 juta diberikan Uka Wisnu kepada Agus. Agus kemudian menyerahkan sisa uang kepada ajudan bupati lainnya untuk membayarkan pembelian mobil Bupati Kudus.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini