Wakil Kepala BSSN Harap Generasi Milenial Mampu Tangkal Segala Tantangan

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 22 November 2019 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 22 337 2133367 wakil-kepala-bssn-harap-generasi-milenial-mampu-tangkal-segala-tantangan-YWL8J9KICi.jpg Wakil Ketua BSSN Dharma Pongrekun (Foto : Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen. Pol Dharma Pongrekun mengungkapkan banyak tantangan yang harus dihadapi generasi milenial saat ini, hingga masa yang akan datang.

Ia pun mengingatkan kepada generasi milenial untuk mewaspadai tantangan tersebut. Hal itu disampaikannya usai menjadi pembicara dalam suatu diskusi yang digelar di Kampus Uhamka, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Waspadai hedonis, materialistis, virtual, radikalisme yang membuat kita menjadi manusia-manusia yang nantinya akan lupa dengan jati diri. Jati diri bangsa Indonesia adalah gotong royong, jati diri bangsa Indonesia itu manusia yang fitrah (Nuswantara)," ucap Dharma, Jumat (22/11/2019).

Ilustrasi

Lebih lanjut, manusia yang fitrah itu selalu menjadikan Tuhan nomor satu di dalam hidupnya, bukan yang lain, apalagi sebuah materi. Maka, ia berpesan kepada generasi milenial untuk membawa bangsa Indonesia lebih baik lagi

"Nah jangan sampai bangsa kita dibawa kearah bangsa yang materialistis, hanya mengejar materi, sehingga waktunya habis hanya untuk mengejar angka-angka (uang), yang justru membuat menjadikan kita manusia-manusia yang penuh dengan kekhawatiran, karena selalu berhitung dengan logika, lupa bahwa setiap langkah hidup kita diatur oleh kuasa Tuhan," tuturnya.

Soal radikalisme, Dharma mengimbau agar generasi milenial mengurangi penggunaan gadget secara maniak. Pasalnya, dengan majunya teknologi, paparan radikalisme bisa dengan mudah datang dari manapun, termasuk dunia maya yang berada do dalam gadget.

Baca Juga : Soal Reuni Aksi 212, Moeldoko: Jangan Terlalu Banyak Buat Gerakan

"Sangat sulit untuk tidak terpapar ketika gadget selalu melekat ditangan, salah satu sumber masalahnya ada pada gelombang elektromagnetic yang langsung melemahkan sel-sel tubuh kita, yang akhirnya melemahnya daya kritis kita, sehingga gampang diperdaya. Potensi yang low itu penyebabnya," ungkapnya.

"Terus konten-kontennya juga dapat melemahkan, karena kalau kita membaca kontennya, maka akan menyebalkan psikologi tubuh kita akan turut bereaksi kesel, lama-lama kita terbawa," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini