nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Desa di 4 Provinsi Masih Dilanda Bencana Kekeringan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 15:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 22 337 2133200 ratusan-desa-di-4-provinsi-masih-dilanda-bencana-kekeringan-2Hu2WyYeva.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Ratusan desa yang tersebar di empat provinsi masih dilanda bencana kekeringan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang belum turun hujan, salah satunya wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor.

Agus Wibowo Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB mengatakan, telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP). Pemerintah Kabupaten TTU pun mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp 629.200.00 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan.

"Biasanya pada bulan November sudah turun hujan, sejak bulan Mei sampa dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (22/11/2019).

Ilustrasi

Baca Juga: Musim Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Panjang, Berakhir November

Agus mengatakan, selama ini BPBD melakulan dropping air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp100 juta untuk keperluan dropping air bersih dengan alokasi 10 tangki per desa di 20 desa yang mengalami kekeringan. Berdasarkan keterangan BPBD TTU terdapat 99 desa di 21 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan.

"TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp 925.000.000 untuk mengatasi kekeringan. Terdapat 60 desa di 15 kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan. Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan dropping air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada," katanya.

Baca Juga: Imbauan BMKG Antisipasi Kekeringan di Puncak Musim Kemarau 

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB per hari ini, berikut adalah wilayah yang masih mengalami kekeringan sampai dengan bulan November 2019:

- 99 desa di 21 kecamatan di TTU, NTT

- 60 desa di 15 kecamatan di Alor, NTT

- 27 desa 8 kecamatan di Flores Timur, NTT

- 24 desa 6 kecamatan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

- 2 desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah

- 12 kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

- 25 desa di 8 Kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

- 7 desa di 3 kecamatan, Kabupaten Karangasem, Bali

Agus menambahkan, solusi jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD masing-masing. Jika masih kurang makan BNPB akan memberikan DSP sesuai kebutuhan dari daerah.

"Sedang untuk solusi jangka panjang BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dan lain-lain," katanya.

Selain itu, BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini