Pengarahan Jokowi soal Alutsista, Kurangi Impor dan Kembangkan Teknologi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 22 November 2019 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 22 337 2133158 berikan-arahan-pengadaan-alutsista-jokowi-kurangi-impor-dan-perhatikan-perkembangan-teknologi-UNT512Olpf.jpg Presiden Jokowi. (Foto : Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga arahannya dalam rapat terbatas kebijakan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Pertama, Jokowi ingin roadmap pengadaan alutsista harus jelas dalam pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri, mulai dari hulu sampai hilir, dengan melibatkan BUMN sampai swasta.

"Sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor alutsista dari luar negeri," ujar Jokowi.

Arahan Kepala Negara kedua ialah pengadaan alutsista harus memastikan alih teknologi dari setiap pengadaan alutsista maupun program kerja sama dengan negara-negara lain.

"Kita harus memastikan SDM industri pertahanan kita betul-betul diperkuat, dan jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran, mampu membelanjakan anggaran sebanyak-banyaknya, apalagi orientasinya sekadar proyek. Sudah setop yang seperti itu, tapi orientasinya betul-betul strategic partnership untuk peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa sehingga kita memiliki kemampuan memproduksi alutsista yang tadi dikerjasamakan," ujar dia.

Presiden Jokowi. (Foto: Twitter @KSPgoid)

Ketiga, Jokowi meminta kebijakan pengadaan alutsista bisa mulai dari memperhitungkan, mengalkulasi, hingga mengantisipasi teknologi persenjataan yang begitu cepat berubah. Menurut dia, ini akan memengaruhi corak peperangan di masa yang akan datang.

"Jangan sampai pengadaan alutsista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, yang sudah ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang," ucapnya.


Baca Juga : Jokowi Umumkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Milenial

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar dan kepulauan yang memiliki 17 ribu pulau dengan letak geografis berada di antara dua samudra dan dua benua.

"Negara harus mampu menjadi sebuah kekuatan regional yang baik, yang disegani di kawasan Asia Timur. Karena itu, kita perlu melakukan penguatan pertahanan kita dengan alutsista yang modern yang bersandar pada kemampuan industri alat pertahanan di dalam negeri," tuturnya. (erh)


Baca Juga : Jokowi Ingin Penghambat Datangnya Investasi Dipangkas

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini