nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres Ma'ruf Amin: Paradigma Alon-Alon Asal Kelakon Harus Ditinggalkan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 22:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132946 wapres-ma-ruf-amin-paradigma-alon-alon-asal-kelakon-harus-ditinggalkan-zJju7oIKuX.JPG Wapres RI, KH Ma'ruf Amin (Foto: Instagram/@khmarufamin)

JAKARTA - Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa perubahan harus dilakukan secara cepat dan tepat. Sebab, bangsa ini harus mengejar ketertinggalan. Ia berharap Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan dapat memainkan peranan itu.

"Perubahan itu harus dilakukan (secara) cepat. Tidak boleh pelan-pelan karena sudah ketinggalan. Paradigma alon-alon asal kelakon harus ditinggalkan," kata Wapres Ma'ruf di acara Maulid Akbar PBNU di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/11/2019) malam.

Di era kekinian, Ma'ruf mengatakan, semuanya serba akselerasi alias menitikberatkan pada kecepatan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kecepatan harus dibarengi dengan ketepatan. Keduanya harus bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia saat ini.

"Kalau tidak cepat bisa ketinggalan zaman. Tapi juga harus tepat. Kalau tak tepat nanti berantakan," imbuhnya.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menekankan, apa yang dikerjakan masyarakat harus menghasilkan nilai produktivitas tinggi. Ada dua hal yang mesti dirubah saat ini. Pertama, adalah perubahan paham keagamaan.

Wapres KH Ma'ruf Amin

Perubahan paham keagamaan yang dimaksud yakni menitikberatkan pada moderasi dan jalan tengah. Kedua, yakni perubahan di sektor ekononi dan sosial kemasyarakatan. Ia yakin NU dapat memainkan peranan itu demi membawa visi Indonesia maju.

"Sebagai organisasi perbaikan dan perubahan, maka NU akan terus mengambil peran perubahan itu. Melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan tanpa henti. Continuous improvement," tukas Ma'ruf.

Selain KH Ma'ruf Amin, turut hadir dalam acara ini antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, da'i kondang Ustadz Yusuf Mansyur, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini