nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerindra Tak Sepakat Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Lebih dari 2 Periode

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 20:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132906 gerindra-tak-sepakat-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-lebih-dari-2-periode-YNXi4q29J0.jpg Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Riza Patria (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR, Ahmad Riza Patria menegaskan pihaknya tak sepakat dengan wacana penambahan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden menjadi lebih dari dua periode.

Karena, menurut Riza masa jabatan dua periode untuk Presiden dan Wakil Presiden sudah final. Sehingga alangkah baiknya tak ada lagi wacana lebih dari itu.

“Sudah kita putuskan dua periode cukup. Enggak bisa, sudah putus,” ungkap Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2019).

 Baca juga: Pimpinan MPR Sebut Ada Wacana Presiden Bisa Menjabat Tiga Periode

Namun, memang Riza mengakui ada wacana yang ingin mengusulkan wacana terkait penambahan wacana masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Mulai dari mengusulkan satu periode berjumlah delapan tahun, lalu ada bisa dipilih kembali untuk dia kali masa jabatan atau tiga periode.

“Yang ideal memang lima tahun dua kali. Jadi antara Kabupaten, Gubernur, Provinsi, Caleg, semua sama itu lima tahun. Sudah bagus,” tegasnya.

 Baca juga: JK Minta MPR Terima Aspirasi Publik soal Amandemen Terbatas UUD 1945

Namun, dia tak mengungkapkan pihak mana saja yang mengusulkan perubahan tersebut. Dia menyebut pemikiran itu muncul karena diskusi dengan negara lain.

"Ini kan wacana biasa kan kita selalu mencompare teman-teman dari partai lain. mungkin melihat, kan sering kita diskusi dengan negara lain," pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya menampung aspirasi masyarakat terkait Amandemen terbatas Undang-Undang Dasar 1945.

Bahkan, kata Arsul, pihaknya juga mendapatkan usulan terkait masa jabatan Prsesiden yang bisa lebih dari dua kali alias menjadi tiga kali. Namun pihaknya enggan menanggapi secara lebih lantaran hanya sebatas usulan saja.

“Ada yang diusulkan menjadi tiga kali. Ya itu kan baru sebuah wacana ya,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini