nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aliran Uang Korupsi Proyek RTH Bandung Diduga Digunakan untuk Menyuap Hakim

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 18:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132845 aliran-uang-korupsi-proyek-rth-bandung-diduga-digunakan-untuk-menyuap-hakim-KTOdMOoP4M.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan adanya dugaan aliran uang korupsi proyek ‎pengadaan tanah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung tahun anggaran 2012-2013‎ yang digunakan untuk menyuap seorang hakim.

KPK menduga uang korupsi RTH Bandung sebesar Rp10 miliar mengalir ke ‎mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi. Uang sebesar Rp10 miliar tersebut kemudian digunakan Edi Siswadi untuk menyuap hakim terkait pengurusan perkara Bansos di Pengadilan Negeri Bandung.

"Sekitar Rp10 miliar diberikan pada Edi Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap Hakim dalam perkara Bansos di Pengadilan Negeri Kota Bandung," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Baca Juga: KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi RTH di Bandung

Sebelumnya, KPK menetapkan satu tersangka baru dalam perkara ini. Satu tersangka baru tersebut yakni wiraswasta, Dadang Suganda (DSG). Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Dadang Suganda diduga ‎melancarkan aksi korupsinya dibantu oleh Edi Siswandi. Edi memerintahkan mantan Kadis Pengelolaan Keuangan Daerah Bandung, Herry Nurhayat untuk membantu Dadang dalam proses pengadaan tanah untuk lahan RTH.

Ilustrasi

Atas kerjasama tersebut, Edi Siswandi disebut telah menerima uang Rp10 miliar dari Dadang Suganda. Uang tersebut digunakan untuk menyuap Hakim di Pengadilan Negeri Bandung.

Edi Siswandi sendiri merupakan terpidana perkara suap hakim untuk mempengaruhi putusan kasus Bansos Kota Bandung. Ia divonis 8 tahun penjara dalam kasus tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini