nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi RTH di Bandung

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 18:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132833 kpk-tetapkan-tersangka-baru-kasus-korupsi-rth-di-bandung-INfYnSVNWK.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru terkait kasus dugaan suap pengadaan tanah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung tahun anggaran 2012-2013. Satu tersangka baru tersebut yakni wiraswasta, Dadang Suganda (DSG).

"Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru pada tanggal 16 Oktober 2019 dengan tersangka DSG," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: KPK: Perhitungan Sementara Kerugian Negara Akibat Korupsi RTH Bandung Rp60 Miliar

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kemal Rasad (KS).

Awalnya, mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada menetapkan lokasi untuk pengadaan tanah dan RTH dengan nilai proyek Rp15 miliar per meter persegi pada tahun 2012.‎ Kemudian, usulan tersebut dibawa ke rapat pembahasan di DPRD.

KPK

Dalam rapat pembahasan tersebut, terdapat anggota DPRD yang mengajukan penambahan anggaran senilai Rp57 miliar dari harga semula Rp15 miliar untuk lahan yang akan dibebaskan. Diduga, terjadi kongkalikong untuk lokasi pengadaan lahan yang akan dibebaskan.

Selanjutnya, terdapat pengajuan tambahan anggaran menjadi Rp123 miliar dari yang sebelumnya Rp57 miliar pada September 2012. Hasilnya, total anggaran yang direalisasikan untuk membebaskan lahan tersebut senilai Rp115,22 miliar di 7 kecamatan dari 210 bidang tanah.

KPK menemukan adanya proses pembelian tidak langsung dalam jual-beli tanah tersebut. Dimana, Pemkot Bandung diduga m‎embeli tanah lewat makelar yakni, mantan anggota DPRD Bandung Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Dadang Suganda disinyalir membeli tanah dengan harga yang tidak sesuai atau lebih rendah dari anggaran yang disiapkan. Dadang diduga menerima uang hasil korupsi terait proses jual-beli tanah tersebut sekira Rp30 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini