Balada Cinta Umar Patek dengan Sang Istri Asal Filipina

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 21 November 2019 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 337 2132694 balada-cinta-umar-patek-dengan-sang-istri-asal-filipina-aKdlJo2tFI.jpg Umar Patek dan istrinya (foto: iNews.id)

SURABAYA - Terpidana perkara teroris Umar Patek mempunyai istri yang sangat setia. Kemana pun Umar Patek berada, sang istri selalu setia mendampingi. Bahkan ketika Umar Patek mendekam di lapas Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Dimana sang istri yang bernama Gina Gutierez Luceno alias Ruqayah rela indekos di sebuah perkampungan di Kabupaten Sidoarjo. Dalam seminggu Ruqayah menjenguk suaminya di lapas Porong sebanyak 2 sampai 3 kali.

Ruqayah sendiri merupakan warga asal Negara Filipina. Namun sekarang perempuan berhijab tersebut sudah menjadi WNI. Status WNI Gina tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-16.AH.10.01 THN 2019, tentang Kewarganegaraan Repulik Indonesia.

 Baca juga: Terpidana Teroris Umar Patek Diusulkan Pembebasan Bersyarat

Perjalanan cinta Umar Patek dengan Ruqayah bersemi saat berada di kamp salah satu kelompok militan Filipina, Moro Islamic Liberation Front, Mindanao, Filipina pada tahun 1998. Saat itu Umar Patek mendengar ada gadis setempat yakni Ruqayah baru masuk islam alias muallaf.

 Baca juga: Istri Terpidana Terorisme Umar Patek Resmi Berstatus WNI

Ruqayah berada dalam kamp Abu Bakar Ashshiddiq karena ingin belajar Islam. Di dalam kamp tersebut ada sekolah madrasah ibtidaiyah (setingkat SD), Tsanawiyah (setingkat SMP) dan seterusnya.

"Di situ saya berusaha untuk meminang dia. Kemudian saya mendatangi kedua orang tuanya yang tinggal di luar kamp. Mereka semua setuju dan dilakukan pernikahan secara resmi di dalam kamp Abu Bakar Ashshiddiq. Keluarga istri juga dipanggil untuk datang," cerita Umar Patek.

Menurut Umar, dirinya berusaha meyakinkan keluarga besar Ruqayah agar bisa hadir dalam acara pernikahannya. Bahkan Umar menjamin keselamatan keluarga Ruqayah. Sebab keluarga besar Ruqayah adalah non muslim.

Sementara citra di kamp dikenal dengan perang. Sebab penghuni kamp biasa memegang senjata dan berperang. Namun menurut Umar, dirinya hanya perang dengan tentara pemerintah yang masuk dalam kamp.

"Kami hanya ingin mempertahankan diri. Untuk meyakinkan keluarga dia dan menghilangkan rasa takut, saya tiadakan selebrasi (tembak ke udara) usai acara pernikahan," paparnya.

Setelah resmi menjadi istri Umar Patek, Ruqayah setia menemani Umar Patek kemana saja. Ruqayah ikut Umar Patek ketika ke Pakistan dan Afghanistan. Umar Patek ditangkap aparat di Pakistan pada Januari 2011. Kemudian pasutri ini diekstradisi ke Indonesia.

Pengadilan mevonis Umar Patek 20 tahun penjara karena terlibat perkara bom Bali tahun 2002. Meskipun Umar Patek dipenjara, namun cinta Ruqayah terhadap Umar Patek tidak luntur. Bahkan Ruqayah kerap kali menjenguk Umar Patek ke penjara dengan membawakan makanan kesukaannya.

Saat ini Ruqayah sedang indekos pada sebuah perkampungan di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dilakukan agar Ruqayah mudah untuk menjenguk Umar Patek di lapas Porong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini