Share

Perantara Suap Eks Bupati Labuhanbatu Segera Diseret ke Meja Hijau

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 21 November 2019 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 337 2132683 perantara-suap-eks-bupati-labuhanbatu-segera-diseret-ke-meja-hijau-o3d9VGanNj.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan orang kepercayaan mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Umar Ritonga (UMR). Umar akan segera disidang dalam waktu dekat di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

Penyidik KPK sudah mengirimkan berkas penyidikan Umar Ritonga ke tahap penuntutan terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu, Sumatera Utara. Berkas penyidikan tersebut dikirim oleh tim penyidik pada hari ini.

"UMR juga dibawa hari ini ke Medan untuk persiapan persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (21/11/2019).

 Baca juga: KPK Tahan Umar Ritonga "Tangan Kanan" Mantan Bupati Labuhanbatu

Guna memudahkan jalannya persidangan, Umar Ritonga dititipkan oleh KPK di Rutan Tanjung Gusta. Jaksa penuntut umum pada KPK mempunyai waktu 14 hari masa kerja untuk merampungkan surat dakwaan Umar Ritonga sebelum nantinya dibacakan di persidangan.

Lebih lanjut, KPK juga telah menyita satu unit rumah dan lahan sawit di Kabupaten Siak yang diduga hasil uang korupsi. Satu unit rumah dan lahan sawit tersebut diduga dibeli Umar Ritonga dari hasil uang korupsi senilai Rp500 juta yang dibawa kabur.

"Terkait dengan uang Rp500 juta yang sebelumnya dibawa kabur oleh tersangka saat OTT terjadi diduga telah dihabiskan selama pelarian yang bersangkutan," katanya.

 Baca juga: Buron Setahun, "Tangan Kanan" Mantan Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK

"Sebagian diantaranya digunakan untuk membeli 1 unit rumah di atas 1 hektar lahan sawit di Kabupaten Siak. Tanah dan bangunan ini telah disita KPK dan masuk dalam berkas perkara UMR‎," ujar Febri menambahkan.

Umar Ritonga diduga pihak perantara suap mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap. Umar disinyalir menerima uang suap bersama-sama dengan Tamrin Ritonga dari bos PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Saputra‎.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini